Amon yang mendapati informasi Imanuel tidak mau menandatangani dokumen tersebut lantas manelepon Kolonel Imanuel yang saat itu menginap di sebuah hotel beserta rombongannya.
Dalam percakapannya Amon menghina dengan kata-kata tidak pantas dan mengancam akan menembak mati.
Setelah mendengar percakapan tersebut, Dandim Alor Letkol Inf Supyan Munawar menyuruh anak buahnya mengamankan dan mengevakuasi Kolonel Imanuel dari hotel.
Pihaknya ingin menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan dengan melakukan pendekatan.
Namun saat hendak dilakukan pendekatan oleh Danrem 161/WS Brigjen TNI Samuel Petrus Supyan Munawar untuk menemui Bupati, Amon justru menutup diri dan tidak menanggapi hal tersebut dengan baik.
"Karena pendekatan dua kali untuk diselesaikan secara damai bupatinya tidak menanggapi dan menutupi diri," kata Mayjen Kurnia.
"Maka saya perintahkan segera proses hukum."
Pihaknya juga menyayangkan atas kejadian tersebut, apalagi dilakukan oleh aparat pemerintahan.
“Sangat disayangkan bisa terjadi seperti itu. Seorang pejabat pemerintah seharusnya menjaga mulutnya dalam bertutur kata, serta mengendalikan sikapnya dalam bertindak," ucap Mayjen Kurnia.
(TribunWow.com/Krisna)
Berita terkait Amon Djobo
Sebagian artikel ini telah diolah dan telah tayang pada Pos Kupang dengan judul Marahi Menteri Sosial Tri Rismaharini, Bupati Alor NTT : Mereka Langkahi Pemerintah Daerah, Tribunnews.com dengan judul Viral Bupati Alor Memarahi 2 Staf Risma, Berawal dari Santunan Kemensos untuk Korban Siklon Seroja dan Kompas.com dengan judul Tak Hanya Marah ke Menteri Risma, Bupati Alor Diduga Ternyata Pernah Ancam Tembak Mati Kolonel TNI AD