TWK KPK

Respons Sederet Tokoh soal Polemik 75 Pegawai KPK Tak Lolos TWK, dari Fahri Hamzah hingga AHY

Penulis: Afzal Nur Iman
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi KPK, pelantikan pegawai KPK yang lolos TWK menjadi ASN akan dilaksanakan pada hari ini Selasa (1/6/2021). Melihat kembali sikap partai atas polemik TWK KPK.

"Tidak pembangkangan, tidak diberhentikan, tidak soal like or dislike," ujarnya.

Dia menyampaikan hal tersebut saat diwawancarai Najwa Shihab dalam acara Mata Najwa yang diunggah dalam YouTube Najwa Shihab pada Jumat (28/5/2021).

Dia mendugaa keputusan yang diambil untuk membina 24 pegawai dan memecat 51 yang lain merupakan jalan keluar dari permasalahan tersebut. 

"Saya tidak tahu seumpama dari 75 kemudian 24 dinyatakan bisa dibina 51nya tidak maka itu sebagai jalan keluar," ujarnya.

Baca juga: Pegawai KPK yang Dinonaktifkan Buka-bukaan Sebut Harun Masiku di Indonesia, Refly Harun: Buat Syok

Demokrat dan PKS Kompak Mengkritik

Selain petinggi Partai Gelora itu, baru-baru ini Agus Harimurti Yudhoyono yang merupakan Ketua Umum Partai Demokrat juga menanggapi soal TWK yang berhasil membuat 51 pegawai KPK tersebut diberhentikan secara bersamaan. 

"Kalau (TWK) untuk mengetahui kepribadian seseorang, karakter, dan lain sebagainya wajar-wajar saja, tapi jangan sampai kemudian menjadikan itu sebagai penentu apakah dia fit atau tidak untuk menjadi petugas di KPK," kata AHY melalui keterangan tertulis, Minggu (30/5/2021).

AHY menyatakan bahwa dirinya tidak bersepakat apabila tes TWK yang dijalani pegawai KPK menjadi dasar alih status pegawai KPK menjadi ASN juga digunakan untuk menyingkirkan pegawai KPK yang lain. 

Dia juga turut mengingatkan arahan Presiden Joko Widodo terkait hal tersebut. 

Senada dengan AHY, Presiden PKS Ahmad Syaikhu juga turut mengkritik keputusan terkait tindak lanjut 75 pegawai KPK yang tidak lolos TWK. 

Pimpinan partai oposisi tersebut dengan tegas menyampaikan hal tersebut di hadapan kader partainya.

"Menyaksikan fakta ini rasa keadilan rakyat pun semakin terkoyak-koyak, kesadaran nurani publik tersakiti," ujar Syaikhu dalam acara Halal Bi Halal dan Puncak Acara HUT ke-19 PKS, Minggu (30/5/2021).

Dia juga menyebut apakah integritas 51 pegawai KPK tersebut tidak mencerminkan rasa pancasilais dan cinta NKRI.

"Hari-hari ini rakyat Indonesia juga menyaksikan secara kasat mata, atas nama wawasan kebangsaan dan cinta Indonesia para pejuang antikorupsi ramai-ramai disingkirkan," tegas Syaikhu.

Baca juga: 75 Pegawai KPK Tak Lolos TWK Kompak Pilih Dipecat Dibanding Dibina: Ini Pelecehan dan Penghinaan

Ramai-ramai Dukung Arahan Presiden

Halaman
1234