TRIBUNWOW.COM - Bocah perempuan bernama Aisyah (7) tewas secara tragis ditenggelamkan oleh orangtuanya sendiri M (43) dan S (39) di kediamannya di Desa Congkrang, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, hingga akhirnya ketahuan pada Minggu (16/5/2021).
M dan S diketahui saat itu menuruti saran dari dua dukun bernama Haryono dan Budiyono.
Berdasarkan pendalaman yang dilakukan oleh pihak kepolisian, M dan S ternyata bertetangga dengan Haryono dan Budiyono.
Baca juga: 4 Fakta Orangtua Tenggelamkan dan Simpan Mayat Anaknya selama 4 Bulan, Terpengaruh Bujuk Rayu Dukun
Hal tersebut disampaikan oleh Kapolres Temanggung AKBP Benny Setyowadi dalam acara Kabar Petang tvOne, Rabu (19/5/2021).
Selain bertetangga, orangtua korban juga kerap bertemu dengan dua dukun tersebut.
Hingga pada suatu hari, kedua dukun itu asal menuduh bahwa Aisyah telah kerasukan genderuwo atau mahkluk halus.
"Pada saat melakukan kunjungan ke rumah korban, dia menyatakan anak tersebut ada titisan dari genderuwo, terus segera perlu dilakukan pembersihan atau ruwat," ungkap AKBP Benny.
Benny mengatakan, kedua dukun itu juga meramalkan masa depan Aisyah akan berbahaya jika tak diruwat.
"Kalau tidak dilakukan pembersihan atau ruwat, nanti kenakalan tersebut akan berakibat di masa dewasa," kata AKBP Benny.
"Di masa dewasa akan membikin gaduh," lanjutnya.
Berawal dari saran sesat itulah, kedua orangtua korban tega melakukan ruwat kepada korban yang metodenya adalah menenggelamkan korban hingga akhirnya Aisyah tewas.
Kronologi Ditenggelamkan
Sebelum tewas ditenggelamkan, A sempat dipaksa makan bunga mahoni dan sejumlah cabai.
Orangtua A, M dan S kala itu memberikan A makan mahoni dan cabai atas saran dukun Haryono dan Budiyono.
A dipercaya merupakan anak genderuwo karena tak beraksi setelah dipaksa makan bunga mahoni yang pahit dan cabai.