TRIBUNWOW.COM - Inilah sosok A, bocah berusia 7 tahun yang tewas setelah dibenamkan kepalanya di bak mandi oleh kedua orangtuanya karena terbujuk rayu oleh dukun.
Dikutip dari Kompas.com, bocah perempuan awal Dusun Paponan, Desa Bejen, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung itu ternyata dikenal sebagai anak yang aktif dan pandai mengaji.
Diketahui, A tewas ditenggelamkan di bak mandi oleh kedua orangtua korban yakni M (43) dan S (39) karena hasutan dari dukun berinisial H.
Baca juga: Tuduh Aisyah Titisan Genderuwo, Dukun di Temanggung juga Ramal Masa Depan Korban Rawan Buat Gaduh
Karena aktif, A dianggap anak genderuwo oleh sang dukun.
Nahasnya, kedua orangtua korban, M dan S mempercayai kata dukun tersebut.
Kasat Reskrim Polres Temanggung, AKP Setyo Hermawan lantas membongkar sosok A di mata para tetangga.
Menurut Setyo, tetangga menyebut korban adalah anak yang aktif sesuai dengan usianya.
"Keterangan yang kita himpun dari tetangga, korban ini sehari-hari aktif sesuai usianya. Dia juga punya kelebihan pintar mengaji dan aktif berkawan," ujar Setyo, dikutip dari Kompas.com, Kamis (20/5/2021).
Baca juga: Dianggap Anak Genderuwo, Bocah 7 Tahun Dipaksa Makan Bunga Mahoni dan Cabai lalu Ditenggelamkan
Namun, keaktifan dan kepintaran A dianggap berbeda oleh H.
Dukun tersebut mengatakan A nakal karena merupakan titisan genderuwo.
Orangtua A yang mempercayai ucapan H pun melakukan berbagai cara untuk menyembuhkan korban.
M dan S mengikuti saran H untuk meruwat A dengan cara membenamkan kepala korban di bak mandi berisi air sampai tewas.
Baca juga: Dukung Usulan Pengubahan Skor 5 Game 11 Poin, Badminton Europe Siap Gabung dengan 5 Asosiasi Lainnya
Baca juga: Tahu Bocah 7 Tahun Tewas Ditenggelamkan Orangtua atas Sarannya, Dukun Janji akan Hidupkan Kembali
H berdalih sifat nakal A akan hilang saat hidup kembali.
"Kalau dikatakan nakal, kita akan mengalami kesulitan untuk menentukan standar kenalannya itu sejauh apa."
"Apalagi dengan anak usia 7 tahun, memang masih dalam proses pertumbuhan dan membutuhkan jati diri," sambungnya.