"Kenapa saya tidak bisa?" tanya Rizieq yang masih ngotot ingin disidang offline.
Majelis hakim menjelaskan bahwa Rizieq adalah sosok yang mampu memicu kerumunan massa sehingga tidak bisa dihadirkan di ruang sidang.
"Maaf ya habib, itu beda, habib ini banyak simpatisannya, ketika hadir di sini banyak kerumunan itu, itulah perbedaan habib dengan yang lain, bukan diskriminasi," terang Hakim Suparman.
"Enggak ada diskriminasi di sini habib," tambahnya.
Rizieq Klaim Dipaksa Hadir
Sejak awal hadir di persidangan, Rizieq langsung berbicara dengan nada tinggi kepada majelis hakim bahwa dirinya mendapat perlakuan kasar supaya dihadirkan dalam sidang tersebut.
Ia mengklaim, dirinya mendapat paksaan untuk menghadiri sidang online.
Belum sempat dirinya duduk, Rizieq langsung berteriak ia mengaku mendapat perlakuan kasar.
"Saya didorong, saya tidak mau hadir," ucap Rizieq dengan nada tinggi.
"Sampaikan ke Majelis Hakim, saya tidak ridho dunia akhirat," katanya.
"Dipaksa, didorong, dihinakan."
Baca juga: Patahkan Argumen Pengacara Rizieq Shihab, Advokat Senior Kritik Aksi Walkout: Profesi Ini Tercoreng
Mendengar Rizieq yang terus-terusan berbicara, Ketua Majelis Hakim, Suparman meminta agar terdakwa Rizieq untuk menenangkan diri.
"Silakan duduk dulu habib," kata Hakim Suparman.
"Duduk dulu habib, saya jelaskan."
Seakan tak mengindahkan permintaan majelis hakim, Rizieq terus mengeluhkan mendapat perlakuan kasar supaya hadir di persidangan tersebut.