TRIBUNWOW.COM - Menteri Koordinator Politik Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengakui soal survei yang menyatakan masyrakat saat ini cenderung takut berpendapat.
Mahfud menjelaskan, hal itu terjadi bukan karena campur tangan pemerintah, melainkan terjadi saling serang antar masyarakat.
Ia juga membantah adanya keberadaan buzzer atau pendengung yang digerakkan oleh pemerintah.
Baca juga: Refly Harun Minta UU ITE Dicabut Habis, Ngaku Merasa Waswas: Ada Buzzer Menunggu Kami Terpeleset
Baca juga: Puji-puji Penanganan Banjir Era Anies Baswedan, Ketua RT M Yusuf: Kurangnya Satu, Gak Punya Buzzer
Hal itu dinyatakan oleh Mahfud saat berbincang dengan Mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti dalam acara Susi Cek Ombak metrotvnews, Rabu (24/2/2021) malam.
Mulanya Susi menjabarkan soal hasil survei dari Indikator Politik Indonesia.
Survei tersebut diambil dari tanggal 24-30 September 2020, dengan total responden 1.200 orang.
Pada survei tersebut terdapat 47 persen responden menyatakan cenderung semakin takut menyatakan pendapat.
Kemudian 21,9 persen yang lain sangat setuju takut menyatakan pendapat.
Merespons survei tersebut, Mahfud mengakui dirinya setuju.
"Survei itu benar menurut saya," kata dia.
Mahfud menjelaskan, masyarakat saat ini takut berpendapat karena adanya saling serang antar masyarakat.
"Tetapi masyarakat tidak bilang bahwa takut itu karena pemerintah, karena tindakannya pemerintah," ujar dia.
"Karena antar masyarakat sendiri saling serang."
Mahfud kemudian mencontohkan apabila dirinya berpendapat, maka akan diserang oleh kelompok masyarakat yang berbeda pendapat.
Susi kemudian merespons penjelasan Mahfud, bahwa dirinya merasa diserang oleh buzzer yang ia sebut berasal dari sisi pemerintah.