"Saya tidak tahu pengendalinya siapa."
"Pada akhirnya, pasukan (buzzer) ini membahayakan kredibilitas dan akuntabilitas Pak Presiden dan pemerintahannya," sambungnya.
Susi berharap kepada Mahfud bahwa kejadian yang ia alami itu bisa menjadi pertimbangan bagi pemerintah untuk mengambil sikap.
"Ini harus segera diatasi," kata dia.
"Ini kita ngobrol sebagai teman saja, Pak Mahfud boleh sampaikan nanti ke Bapak (Presiden Jokowi -red), boleh tidak, tidak masalah," pungkasnya.
Artikel yang dicuitkan oleh Susi pada saat itu memiliki judul "Utang Luar Negeri RI Kini 5.803 Triliun, Jokowi Langgar Janji?".
Cuitan itu turut mendapat komentar dari Staf Ahli Menteri Keuangan, Yustinius Prastowo.
Dikutip dari Kompas.tv, berikut perbincangan antara Susi dan Yustinus terkait cuitan artikel Kompas.com tersebut.
Setelah sempat mendapat respon dari pengguna internet termasuk staf khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo, Susi menuliskan sebagai berikut, “Pak Prastowo, artikel Kompas yang saya share itu sangat clear positif, Tidak perlu tafsir-tafsir, memberi gambaran komprehensif atas pengelolaan utang. Saya share untuk maksud positif. Tapi ya sudah. artikel positif saya share justru jadi polemik. bukan hanya netizen tapi bapak jg viewnya sama.”
Staf Ahli Menteri Keuangan, Yustinius Prastowo, yang merespon kicauan susi terkait utang dalam akun twitternya mengatakan, “Artikel bagus jika dibaca utuh dan banyak jika lainnya. Banyak yg hanya baca judul dan mengambil judgement. Di titik inilah saya berharap pada bu Susi yang punya pengaruh dan pengalaman utk berkenan memberi konteks. Pasti akan bagus buat publik. itu saja kok bu”.
Simak videonya mulai menit ke-12.40:
Pemerintah Tak Punya dan Tak Perlu Buzzer
Sebelumnya diberitakan, keberadaan buzzer kini menjadi perhatian publik seusai Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat untuk aktif mengkritik pemerintah.
Sejumlah pihak menyebut buzzer menghambat kebebasan publik untuk mengkritisi pemerintah karena takut akan diserang oleh buzzer di dunia maya.
Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Presiden RI, Fadjroel Rachman tegas menyatakan bahwa pemerintah tidak memiliki buzzer.
Baca juga: Bukan Buzzer, Fadjroel Sebut Pemerintah Gunakan Influencer, Ada Raffi Ahmad dan Atta Halilintar