Terkini Nasional

Curhat Diserang Buzzer akibat Cuitan di Twitter, Susi: Pak Mahfud Boleh Sampaikan Nanti ke Bapak

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Diskusi Susi Pudjiastuti dengan Menko Polhukam Mahfud MD terkait buzzer dan kritik, di acara Susi Cek Ombak, Rabu (24/2/2021) malam.

TRIBUNWOW.COM - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti pernah mencuitkan soal berita dari Kompas.com tentang pengelolaan utang luar negeri oleh pemerintah Indonesia.

Cuitan tersebut kemudian menerima reaksi yang beragam, mulai dari warganet hingga Staf khusus Menteri Keuangan.

Kepada Menko Polhukam Mahfud MD, Susi menyebut, keberadaan para buzzer di tengah masyarakat justru akan merugikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saling berbalas komentar di Twitter terkait utang pemerintah dengan Staf Khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo. Dalam akun Twitternya, Susi awalnya meretweet berita dari laman Kompas.com, berjudul "Utang Luar Negeri RI Kini 5.803 Triliun, Jokowi Langgar Janji?". (YouTube Kompastv)

Baca juga: Saat Susi Enggan Dipanggil Menteri KKP oleh Mahfud MD: Tidak Boleh, Nanti Mas Trenggono Marah

Baca juga: Yakin Moeldoko Catut Nama Mahfud MD dan Pejabat Lain untuk Kudeta Demokrat, SBY: Tidak Masuk di Akal

Curhat tersebut diungkapkan oleh Susi kepada Mahfud dalam acara Susi Cek Ombak metrotvnews, Rabu (24/2/2021) malam.

"Saya men-tweet artikel Kompas yang sangat positif yang menerangkan tentang pengelolaan utang negara," kata Susi.

"Itu langsung diserang ramai-ramai."

Susi mengatakan, cuitannya itu seharusnya mendapat apresiasi bukan malah diserang oleh para buzzer yang mengaku pendukung pemerintah.

"Kalau perlu membagi honor kalian sama saya, saya bilang," ujar Susi.

"Karena yang saya tweet itu adalah artikel Kompas yang isinya very clear (sangat jelas) dan jernih, keterangan Departemen Keuangan tentang pengelolaan utang," paparnya.

"Tapi malah reaksinya macam-macam, kan aneh."

Susi menyayangkan kondisi yang terjadi saat ini.

Ia juga tidak merasa dirinya adalah sosok yang kritis terhadap pemerintah.

"Tadi prof (Mahfud MD) bilang saya dikategorikan kritis, saya tidak pernah berbicara apapun yang sedikitpun berbeda dengan pemerintah tanpa bermaksud untuk kebaikan negara dan bangsa," ungkap dia.

Wanita pemilik maskapai Susi Air itu juga bertanya-tanya siapa sebenarnya yang menjadi pengendali buzzer.

"Persoalannya buzzer ini tidak mengerti itu, level mereka beragam," kata Susi.

Halaman
123