"Biar imbang, tadi pas saya ngomong ditanya," kata Deddy Sitorus.
"Tadi saya kan langsung jawab, ada enggak kasih saya contoh orang karena mengkritik dengan benar lalu masuk penjara," jelasnya.
Setelah mengikuti intruksi dari moderator, Deddy Sitorus akhirnya menerima supaya Haikal Hassan menyelesaikan penjelasannya.
Baca juga: Kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera soal Jokowi Minta Dikritik: Disuruh Lari, tapi Kakinya Diikat
Haikal Hassan lantas melanjutkan penjelasannya soal sebuah analisa terhadap suatu keputusan.
Yakni menurutnya dalam maasyarakat ada yang mengkritik dan ada yang tidak mengkritik.
"Kalau kritik ditangkap atau tidak ditangkap. Nah ini baru kejawab, sabar sebentar," kata Haikal Hassan.
"Terus kalau enggak ditangkap, apakah kritiknya dibaca atau tidak dibaca? Oh dibaca, didengar atau enggak didengar? Di dengar. Dijalani atau enggak dijalani?" lanjutnya.
Poin intinya menurut Haikal Hassan adalah kritik yang diberikan oleh masyarakat bisa diterima atau tidak atau hanya sekadar didengar saja.
"Kemudian ada contohnya enggak kritik masyarakat lalu dijalankan atau dibahas."
"Kalau enggak ada contoh maka keputusannya di akhir, oh lebih baik tidak usah kritik, silahkan jalan," jelasnya.
Sementara itu terkait pertanyaan dari Deddy Sitorus, Haikal Hassan mengakui sejauh ini belum ada kasus pengkritik terhadap pemerintah atau Jokowi yang ditahan.
Hanya saja menurutnya, banyak buzzer yang justru menyerang balik.
"Lalu pertanyaannya Pak Deddy tadi 'Emang ada yang kritik Pak Jokowi langsung ditahan?' Enggak ada."
"Tetapi kerjaan para buzzer yang membuat orang takut dengan contoh-contoh yang di mana pengkritik itu adalah orang-orang yang selama ini memosisikan diri sebagai oposisi itu terjadi," ungkapnya.
"Pak Jokowi enggak tahu, misalnya saya, teman-teman yang lain semua," tambahnya.
Simak videonya mulai menit ke- 11.17
(TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)