Isu Kudeta Partai Demokrat

Bahas Isu Kudeta Demokrat, Eks Staf KSP Singgung 3 Jenderal Pernah Gagal Rebut Partai, Siapa Saja?

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Mantan Staf KSP Bambang Beathor Suryadi memberikan pandangannya terkait isu kudeta di Partai Demokrat, dalam acara Sapa Indonesia Malam, Minggu (7/2/2021),

TRIBUNWOW.COM - Mantan Staf KSP Bambang Beathor Suryadi memberikan pandangannya terkait isu kudeta di Partai Demokrat.

Seperti yang diketahui, nama Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko disebut-sebut terlibat dalam gerakan kudeta itu.

Dilansir TribunWow.com dalam acara Sapa Indonesia Malam, Minggu (7/2/2021), Bambang mengatakan tidak bisa menyalahkan maupun membenarkan keduanya.

Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko memberikan keterangan pers di kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (3/2/2021). Keterangan pers tersebut untuk menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono terkait tudingan kudeta AHY dari kepemimpinan Ketum Demokrat demi kepentingan Pilpres 2024. TRIBUNNEWS/HERUDIN (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Baca juga: Survei Elektabilitas Partai Politik: Demokrat Melesat, PDIP Anjlok, Pengaruh Isu Kudeta?

Baca juga: Herzaky Mahendra ke Mantan Staf KSP: Jangan Halu Bilang Pak SBY Dekat dengan Pak Moeldoko

Karena menurutnya, isu yang berkembang tersebut menjadi bagian dalam dinamika di dunia politik.

"Kalau benar Moeldoko terlibat (kudeta), apa yang dilawan oleh kawan-kawan militan di Partai Demokrat benar juga," ujar Bambang.

"Jadi mereka menentang sebagai kader militan adanya campur tangan dari pihak luar," imbuhnya.

Bambang lantas mengungkapkan pengalaman-pengalaman pihak-pihak yang juga ingin mengambil alih pimpinan partai.

Seperti Edi Sudrajat, Wiranto dan Prabowo Subianto.

Ketiganya disebut ingin mengambil alih kepemimpinan di Partai Golkar, meski melalui cara yang legal.

Meski begitu, niatannya tersebut gagal dan sehingga membentuk partai baru.

"Selama kita reformasi ini kan kita sudah belajar dari tiga jenderal," kata Bambang.

"Dulu ada Edi (Sudrajat) yang merebut Golkar tapi kalah, yang sekarang dipegang Pak Hendropriyono (Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia atau PKPI) yang sekarang dipegang lagi sama anaknya Diaz Hendropriyono," ungkapnya.

"Kita belajar juga politik dari Wiranto, dia juga ingin merebut Golkar dan dia gagal, terus dia bikin Hanura. Terus Prabowo Subianto ingin merebut Golkar gagal, terus dia bikin Gerindra," lanjutnya.

Baca juga: Tak Cuma AHY, Pengamat Sebut Moeldoko pun Diuntungkan dalam Isu Kudeta Demokrat: Presiden Kena Getah

Maka dari itu, Bambang menyebut hal yang biasa adanya isu mengambil alih sebuah partai.

Hanya saja menurutnya untuk tudingan ke Moeldoko yang disebut ingin mengambil alih kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Demokrat harus dibuktikan.

Halaman
123