Karena mendapat kabar itu, Imron tak jadi turun dari mobil untuk bertemu advokat tersebut.
Ia langsung putar balik dan memacu kendaraannya menuju rumah.
Ketika melaju kencang, mobil yang dikendarai Imron melewati jalanan paving blok yang tidak rata.
“Ketika saya lewat ada genangan air, air itu mungkin kena warga sehingga terjadi cekcok,” ungkap dia.
2. Mengaku Khilaf dan Menyesal
Imron mengaku khilaf dan menyesali perbuatannya.
Imron juga minta maaf kepada warga di perumahan, DPRD Jember, dan masyarakat.
Ia mengaku telah melakukan mediasi pertama dengan korban untuk menyelesaikan masalah itu secara kekeluargaan.
Imron telah bertemu dengan korban.
Korban, kata dia, akan bermusyawarah dengan ketua RT lainnya yang ada di perumahan itu.
Sebab, Irianto membuat laporan itu bersama ketua RT lain.
Saat bertemu dengan korban, Imron memperlihatkan bukti percakapan pesan instan yang mengabarkan bapaknya sedang sakit.
Ia juga memperlihatkan foto bapaknya yang sedang dirawat karena sakit.
Imron mengaku masih menunggu hasil musyawarah para RT.
Ia berharap kasus tersebut bisa diselesaikan secara kekeluargaan.