"Ini harus dievaluasi juga yang 10 bulan terakhir," pungkasnya.
Sementara itu terkait langkah ke depan, Saleh Daulay meminta pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan untuk memperhatikan testing dan tracing yang belakangan juga disebut salah oleh Budi Sadikin.
"Banyak hal, terutama masalah testing dan tracing yang biayanya mahal," jelasnya.
"Kemudian ini ada penemuan GeNos dari UGM yang akurasi 90 persen. Kenapa kita tidak mempercepat memproduksi alat ini supaya kemampuan testing dan tracing semakin meningkat," pungkasnya.
Simak videonya mulai menit ke-3.38:
Budi Sadikin Akui Cara Testing Salah: Tidak Ada Gunanya
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, memberikan pengakuan mengejutkan soal sistem pemeriksaan (testing) Covid-19 di Indonesia.
Dilansir TribunWow.com, Budi Sadikin mengakui bahwa testing Covid-19 yang dilakukan selama ini salah.
Hal itu diungkapkan Budi Sadikin dalam acara "Vaksin dan Kita" yang diselenggarakan oleh Komite Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Daerah Jawa Barat, Jumat (22/1/2021).
Baca juga: Erick Thohir Akhirnya Ungkap Alasan Pemerintah Utamakan Vaksin Covid-19 dari China
Dalam kesempatan itu, Budi Sadikin menyebut testing yang dilakukan berasa sia-sia.
Pasalnya kasus Covid-19 masih banyak dan terus bertambah meski sebenarnya sudah cukup melampaui rekomendasi dari WHO untuk pengetesan setiap minggunya.
"Testing, tracing, dan treatment (3T) serta isolasi bagaikan menambal ban bocor," ujar Budi Sadikin.
"Kita itu tidak disiplin. Cara testing-nya salah," ujar Budi Sadikin, dikutip dari YouTube KompasTV.
Menurut Budi Sadikin, kesalahannya adalah terdapat pada objek pengetesan.
"Testingnya banyak tapi kok naik terus? Habis yang dites orang kayak saya, setiap kali mau ke Presiden dites, tadi malam, barusan saya di-swab," ungkap Budi Sadikin.