Terkini Daerah

Keroyok Informan Polisi di Lapas hingga Tewas, 3 Napi Senior Ternyata Orang yang Dipercaya Sipir

Penulis: anung aulia malik
Editor: Mohamad Yoenus
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Lapas Kelas II B Kabupaten Indramayu, Senin (26/8/2019). Terbaru, Arwinto tewas seusai dikeroyok napi senior di Lapas Kelas II B Indramayu, pada Jumat (15/1/2021).

TRIBUNWOW.COM - Nasib nahas dialami oleh Arwinto (45), seorang informan polisi yang tewas dihajar oleh tiga napi lain seusai masuk di Lapas Kelas II B Indramayu.

Belum ada sehari menempati Lapas Kelas II B Indramayu, korban yang terjerat kasus narkoba tewas di hari yang sama ia masuk ke lapas.

Setelah diselidiki, tiga napi yang mengeroyok Arwinto ternyata tahanan yang diberi kepercayaan oleh sipir lapas.

Para petugas gabungan saat menggeledah isi kamar tahanan di Lapas Kelas II B Indramayu, Sabtu (14/12/2019). Terbaru, ilustrasi lapas kelas II B Indramayu. (Tribun Cirebon/ Handhika Rahman)

Baca juga: 4 Fakta Tahanan Baru Dikeroyok Napi Senior, Pagi Masuk Lapas Malamnya Tewas hingga Merintih Sakit

Dikutip dari TribunJabar.id, ketiga tersangka adalah ED, KN, dan R.

Ketiganya merupakan napi senior yang lebih dulu menempati lapas karena kasus narkoba.

Mereka merupakan tahanan pendamping yang diberi kepercayaan oleh sipir lapas.

Karena memiliki status tersebut, para tersangka bisa memasuki ruang tahanan masa pengenalan lingkungan (mapeling) yang ditempati oleh korban.

Kepala Lapas Kelas II B Indramayu, Irwan Silais mengiyakan kabar bahwa Arwinto merupakan cepu atau informan polisi.

Ia menjelaskan, kabar tersebut terdengan oleh para pelaku pengeroyokan.

"Pada dasarnya mereka mendengar almarhum ini adalah cepu atau informan polisi sehingga dia juga memiliki emosi," ucap Irwan.

"Mungkin dulu mereka (tersangka) masuk oleh dia, sehingga dia mempunyai wawasan ada rasa balas dendam sehingga waktu itu ada kejadian pemukulan sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia," ujarnya.

Napi Lain sempat Berteriak

Korban diketahui sempat merintih kesakitan sebelum akhirnya tewas.

Rintihan kesakitan korban diketahui berawal dari pengeroyokan yang dilakukan oleh dua orang napi lain.

Dikutip TribunWow.com dari TribunCirebon.com, kejadian pengeroyokan itu diketahui terjadi saat para napi dibagikan jatah makan sore sekira pukul 15.30-16.30 WIB.

Halaman
123