Terkini Nasional

Bantah Risma Pencitraan Blusukan demi Maju di Pilpres 2024, KSP: Mau Bekerja Baik Kok Direcokin

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ade Irfan Pulungan dalam kanal YouTube Apa Kabar Indonesia tvOne, Kamis (7/1/2021).

"Di mana kita tahu bahwa Risma pasti jadi pesaing berat Anies Baswedan," ucap Refly.

"Karena dia di jalur merah, Anies Baswedan mungkin masih di jalur hijau dengan dukungan kelompok Islam kanan."

"Sementara Risma tentu didukung kelompok nasionalis tengah kiri."

"Tadi tengah kanan, satunya tengah kiri," sambungnya.

Baca juga: Sebut Blusukan Risma sebagai Manuver Politik, Pengamat: Bisa Didukung Menjadi Gubernur DKI di 2022

Baca juga: Mensos Risma Dituduh Pencitraan Gara-gara Blusukan, Pengamat: Enggak Salah, Mereka Cuma Bosan Saja

Lebih lanjut, Refly menyebut sejumlah dukungan kelompok Islam untuk Anies Baswedan.

Ia menduga, di Pilkada DKI Jakarta 2022 mendatang kelompok tersebut kembali mendukung mantan menteri pendidikan dan kebudayaan tersebut.

"Ya kelompok Islam ada juga, tapi kita tahu Islam ada Islam tradisional dan ada Islam modern," ucap Refly.

"Dan Islam tradisional secara ideologis sepertinya lebih dekat dengan kelompok nasionalis."

"Islam modern itu kanan, sehingga mendukung Anies Baswedan di Pilkada 2017."

"Dan mungkin saja di Pilkada 2022, kalau digelar," sambungnya.

Jika tak di Pilkada DKI Jakarta 2022, Refly memperkirakan Anies Baswedan dan Risma bakal bersaing di Pilpres 2024.

Menurut Refly, posisi Risma kini sebagai menteri bisa memuluskan jalan mencalonkan diri sebagai calon presiden maupun wakil presiden selanjutnya.

"Kalau tidak digelar, mungkin di 2024, konstelasi akan berubah."

"Tidak lagi persaingan Pilkada DKI, tapi sudah menjadi persaingan menjadi presiden dan wakil presiden."

"Dan Risma bisa jadi dengan posisi barunya ini akan masuk ke kancah persaingan tersebut," tutupnya. (TribunWow.com)