"Memang kami ambil karena titik itu menurut kami ketika itu masih ada peristiwanya yang masih kita bisa bayangkan," terangnya.
Ia menjelaskan penemuan earphone itu sebelum beredar voice note yang viral di media sosial.
Dalam voice note itu terekam percakapan antaranggota laskar FPI yang diduga berencana menyerang petugas.
"Ini kami lakukan sebelum ada voice note, sebelum ada informasi dan lain sebagainya di publik. Jadi kami menyusuri apapun yang kami dapat," ungkap Anam.
Lihat videonya mulai menit 13.40:
Komnas HAM Temukan Proyektil dan Selongsong Peluru
Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM) telah menggelar konferensi pers tentang penyidikan peristiwa kematian 6 Laskar Front Pembela Islam (FPI).
Wakil Ketua Komnas HAM, Amiruddin mengatakan pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian.
Seperti yang tampak dalam siaran langsung kanal YouTube Kompas TV, Senin (28/12/2020).
Baca juga: Soal Rizieq Shihab Dibui hingga FPI Terancam Bubar, Refly Harun: Speechless, Kok Negeri jadi Begini
Baca juga: Soal Hoaks FPI Dibubarkan, Refly Harun: Jangan-jangan Memang Dibuat tapi Bocor?
Amiruddin menyebut sejumlah barang bukti telah diamankan pihaknya seusai penembakan terjadi.
"Tim penyidik Komnas juga melakukan investigasi atau menelusuri tempat kejadian perkara di sekitar KM 50 tersebut," ujar Amiruddin.
"Dan mendapatkan sejumlah barang-barang yang bisa dilihat sebagai bukti."
"Nanti bukti-bukti ini perlu kami uji lagi," tambahnya.
Ia pun membeberkan satu per satu bukti yang diamankan Komnas HAM.