Di antaranya, proyektil peluru hingga selongsong.
"Di antaranya adalah pertama, didapatkannya proyektil peluru dan juga selongsong," jelas Amiruddin.
"Ini didapatkan tim Komnas HAM di lapangan, di jalanan itu."
Baca juga: Sengketa Lahan Ponpes FPI, Habib Rizieq Shihab: Silakan Ganti Rugi untuk Membangun di Tempat Lain
Bukti lain yang turut diamankan yakni serpihan yang diduga berasal dari tabrakan mobil di lokasi kejadian.
Amiruddin menyebut pihaknya turut menyelidiki rekaman CCTV di sepanjang lokasi kejadian.
"Selain itu juga kita dapatkan semacam serpihan atau pecahan bagian mobil yang kita duga saling serempetan," kata Amiruddin.
"Ini pecahan-pecahannya."
"Tim lapangan juga mengambil beberapa petunjuk lainnya."
"Seperti rekaman percakapan, rekaman CCTV jalan dan beberapa yang lain," lanjutnya.
Untuk mengungkap kasus ini, Komnas HAM disebutnya bekerja sama dengan sejumlah pihak.
Lantas, ia mengklarifikasi banyaknya berita palsu terkait tewasnya 6 laskar FPI.
"Ini kami dapatkan berkat kerja sama pihak-pihak yang kami mintai keterangan," kata dia.
"Terhadap ini semua, terutama selongsong dan proyektil tentu kami membutuhkan ahli untuk mengujinya."
"Dalam kesempatan ini juga kami ingin menyampaikan bahwa selama proses penyidikan Komnas HAM mendapatkan beberapa fakta."
"Terutama karena tersebarnya informasi yang disebarkan banyak orang, sebagian besar adalah hoaks," tukasnya. (TribunWow.com/Brigitta/Tami)