Virus Corona

Pastikan Vaksin Covid-19 Aman, Fadjroel Rachman Sebut sebagai Investasi: Ini Bukan soal Biaya

Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Claudia Noventa
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Juru Bicara Presiden Joko Widodo (Jokowi), Fadjroel Rachman menjawab keraguan dari masyarakat terhadap vaksin Covid-19 dalam acara Sapa Indonesia Malam, Minggu (20/12/2020).

"Tidak mungkin pemerintah atau presiden mengorbankan rakyatnya," pungkasnya.

Simak videonya mulai menit ke-15.40:

Apa Orang yang Sudah Terkena Covid-19 Perlu Divaksin?

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito menjelaskan soal cara kerja vaksin Covid-19.

Ia menjawab pertanyaan yang beredar di masyarakat apakah orang yang sudah pernah terkena Covid-19 tidak perlu divaksin.

Prof Wiku menjawab, orang yang sudah pernah terkena Covid-19 tidak terjamin 100 persen akan kebal atau imun.

Hal itu disampaikan oleh Wiku dalam acara Talkshow yang ditayangkan oleh kanal YouTube BNPB Indonesia, Jumat (18/12/2020).

Awalnya ia mengiyakan bahwa orang yang sudah pernah terkena Covid-19 akan membangun sistem imunitas.

Baca juga: Soal Vaksin Covid-19, BPOM: Vaksin Bukan Satu-satunya Cara untuk Memutus Mata Rantai Penularan

"Secara teori memang begitu, orang yang sudah pernah terkena maka dia timbul antibodi atau imunitas," kata Wiku.

Tetapi ia tidak mengetahui pasti apakah imunitas seusai terkena Covid-19 akan ada dalam jangka waktu panjang atau pendek.

"Tapi imunitas itu tergantung antar penyakit, beda-beda," ujar Wiku.

Wiku menyampaikan, apabila imunitas terbentuk hanya dalam jangka waktu pendek, maka ada kemungkinan orang itu akan kembali terpapar Covid-19.

"Khusus untuk Covid kita enggak pernah tahu, karena baru saja," ujarnya.

"Maka dari itu prinsip kehati-hatian termasuk yang sudah terkena jangan merasakan saya sudah punya antibodi, maka saya sudah bisa bebas, enggak bisa seperti itu," tegas Wiku.

Simak video selengkapnya mulai menit ke-17.30:

(TribunWow/Elfan/Anung)