TRIBUNWOW.COM - Markas Komando Daerah Militer (Kodam) Jayakarta di Cililitan, Jakarta Timur, dipenuhi karangan bunga pada Senin (23/11/2020).
Dilansir TribunWow.com, seperti yang tampak dalam tayangan di kanal YouTube TvOne, karangan bunga tersebut dikirim dari berbagai elemen masyarakat.
Karangan bunga itu berjajar rapi menghiasi pagar Kodam Jaya dari utara sampai selatan.
Baca juga: Kata Pangdam Jaya Dudung Abdurachman soal Polemik dengan Habib Rizieq Shihab: Banyak yang Mendukung
Berbagai tulisan yang di karangan bunga tersebut mendukung langkah Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman dalam menindak baliho bermuatan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab alias Habib Rizieq.
Diketahui aksi para anggota TNI menurunkan baliho tersebut menjadi viral di media sosial.
Dudung kemudian mengakui aksi tersebut atas perintahnya, karena dinilai ajakan "revolusi akhlak" yang digaungkan FPI akan mengganggu kedamaian umat beragama.
"Bravo Pangdam Jaya," demikian tulisan di sebuah karangan bunga yang mengatasnamakan kelompok Madi Gemilang Cinta NKRI.
"Kami cinta TNI kami cinta persatuan, kami cinta damai NKRI harga mati. Hidup Kodam Jaya," demikian tulisan di karangan bunga yang lain.
Tidak hanya ucapan selamat dan apresiasi, banyak pula yang menulis pantun dalam karangan bunga yang berwarna-warni menghiasi markas Kodam Jaya.
Baca juga: Spanduk Habib Rizieq Dicopot Paksa, FPI Minta Keadilan: Baliho Revolusi Mental juga Diturunkan
"Bulu terbakar di Pasar Turi, kami susah untuk belanja. Rakyat bangga dengan TNI, tampilanmu gagah mentalmu baja."
"Bravo Pangdam Jaya. Ikan sepat ikan gabus, lebih cepat lebih bagus Jendral," tulis H Muhadih FBR Jakbar dalam karangan bunganya.
"Jayalah TNI-ku. Maju terus jendral. Rakyat mendukungmu," tulis Grup Jowo Kabupaten Tangerang.
Dikutip dari Kompas.com, Dudung menanggapi apresiasi yang diberikan masyarakat terhadap tindakannya.
Ia menilai tidak hanya TNI, polisi dan Satpol PP juga memiliki andil dalam langkah penertiban yang dilakukannya.
"Ini untuk polisi juga, karena pada dasarnya, sebetulnya pencabutan baliho oleh polisi, dalam hal ini Satpol PP. Kami lakukan sama-sama," kata Dudung Abdurachman, Senin.