Terkini Daerah

Sekeluarga Tewas karena Covid-19 seusai Acara Nikah, Mempelai Wanita Sesak Napas saat Ngunduh Mantu

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Mohamad Yoenus
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI. Petugas melakukan proses pemakaman jenazah korban virus corona (Covid-19) di sebuah Taman Pemakaman Umum (TPU), di Jakarta, Rabu (15/4/2020). Sekeluarga di Sragen tewas karena positif Covid-19 setelah melakukan acara pernikahan pada 24 Oktober 2020

TRIBUNWOW.COM - Pernikahan berujung maut terjadi di Desa Wonorejo, Kecamatan Kalijambe, Sragen, Jawa Tengah.

Bagaimana tidak, satu keluarga meninggal akibat positif Covid-19 setelah melakukan acara perkawinan yang dilakukan pada 24 Oktober 2020.

Satu keluarga itu terdiri dari pengantin perempuan, ibu dan ayah mempelai wanita tersebut.

Ilustrasi pemakaman dengan aturan Covid-19. Pernikahan berujung petaka terjadi Desa Wonorejo, Kecamatan Kalijambe, Sragen pada 24 Oktober 2020. (Tribun Solo)

Baca juga: Zona Merah Covid-19 Bertambah Jadi 27 Daerah, Satgas: Sangat Disayangkan, Tunjukkan Pemda Lengah

Dikutip TribunWow.com dari Tribun Solo pada Rabu (11/11/2020), acara pernikahan itu rupanya dihadiri oleh ratusan orang.

Dua hari setelah acara pernikahan pada 26 Oktober 2020, mempelai perempuan berinisial LD (28) tiba-tiba saja merasa sesak napas.

Ia mengeluh sesak nafas saat ngunduh mantu di Kabupaten Wonogiri.

Akibatnya, LD harus dirawat di RSUD dr Moewardi Solo.

Namun sayang seminggu menjalani perawatan, LD meninggal pada Kamis (5/11/2020).

"Hasil swabnya dia positif terkena virus Corona," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen, Tatag Prabawanto kepada TribunSolo.com, Rabu (11/11/2020).

Tatag mengatakan, sebelum acara pernikahan mempelai perempuan sebenarnya sudah merasakan gejala Covid-19.

Lantaran akan menikah, dia tidak menghiraukan gejala tersebut.

"Tapi saat dalam perjalanan menuju pesta pernikahan di rumah mempelai pria dia tidak sanggup menahannya lagi," jelasnya.

Keluhan yang dialami LD rupanya juga dirasakan oleh kedua orangtuanya, yakni positif Covid-19.

Kedua orangtua mempelai wanita dirawat di RSUD Ngipang Solo.

Sehari setelah kematian LD, sang berinisial S (57) kemudian menghembuskan nafasnya.

Halaman
1234