Strategi ini mungkin tidak akan diumbar ke publik.
"Kira-kira politik belakang, lah. Ada yang diinjak sedikit, ada yang diangkat," ungkit Refly Harun.
"Saya kira ini adalah hal yang lumrah dalam masa politik di mana pun," tambah pengamat politik tersebut.
Refly menambahkan, strategi semacam ini lazim dilakukan kedua belah pihak, baik dari arus utama maupun oposisi.
"Makanya saya bilang, kalau mau diskusi begini harus reading between the lines. Kalau panggung depannya itu adalah statement formal semua," ungkap dia.
Lihat videonya mulai menit 5.20:
Refly Harun Tanggapi Petinggi KAMI Dipolisikan
Pakar hukum tata negara Refly Harun kembali mengomentari penangkapan aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).
Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored, diunggah Senin (2/11/2020).
Diketahui sebelumnya sejumlah petinggi KAMI ditangkap dengan tuduhan memprovokasi aksi penolakan omnibus law Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker).
Baca juga: Pernah Dikira Pro Jokowi, Refly Harun Ungkap Momen Namanya Mencuat: Masak Pilih Prabowo?
Hal itu kemudian disinggung mantan anggota DPR Akbar Faizal.
"Anda ingin mengatakan apa tentang teman-teman yang kebetulan saya kenal juga, para dedengkot KAMI (yang ditangkap)? Ada Jumhur, ada Syahganda," ungkit Akbar Faizal.
Refly justru membalikkan pertanyaan tersebut.
"Saya ingin tanya, apakah mereka penjahat atau enggak?" tanya Refly Harun.