TRIBUNWOW.COM - Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun memberikan perbandingan antara pemerintahan saat ini yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Dilansir TribunWow.com, Refly Harun menilai bahwa masalah utama dari pemerintahan Jokowi saat ini adalah pada sikap kepemimpinan.
Hal itu diungkapkannya dalam kanal Youtube pribadinya, Refly Harun, Minggu (7/9/2020).
• Ungkap Sisi Lemah Jokowi, Rocky Gerung: Lingkaran Paling Dekat dengan Presiden adalah Influencer
Sekarang ini, ia mengaku tidak melihat sosok kepemimpinan di tubuh Jokowi.
Menurutnya, sikap kepemimpinan memang sangat dibutuhkan bagi seorang pemimpin, terlebih pemimpin sebuah negara.
"Kalau saya mengatakan apa problem utama dalam pemerintahan Jokowi akhir-akhir ini yang saya rasakan, maka jawabannya satu, leadership, kepemimpinan," ujar Refly Harun.
"Bisa jadi suatu masa kita punya leader tapi belum tentu ada leadership," imbuhnya.
Dirinya lantas membandingkan dengan kepemimpinan pada era SBY.
Refly Harun tidak membantah bahwa pada pemerintahan SBY tentunya juga banyak kritik yang mengalir, baik itu ditujukkan langsung kepada presidennya sendiri, maupun kepada pemerintah secara umum.
Meski begitu, menurutnya, ada perbedaan yang mencolok dari dua kondisi sama tersebut, yaitu berkaitan dengan sikap atau respons dari pemerintah.
Dikatakannya bahwa pada masa pemerintahan SBY tidak mengenal yang namanya buzzer ataupun influencer.
• Beda Sikap dengan Amien Rais, Mumtaz Rais Bela Jokowi soal Covid-19: Ini Ngasih Api, Aku Siram Air
"Ketika Presiden SBY berkuasa antara tahun 2004 sampai 2014 kritik yang paling sering dialamatkan pada Presiden SBY adalah bahwa Indonesia itu auto pilot," ungkapnya.
"Ini kritik yang sangat keras terhadap pemerintahan SBY," imbuhnya.
"Tetapi pada waktu itu tidak ada perasaan sebuah ketakutan akan diserang balik oleh para buzzer, oleh para pecinta SBY karena buzzer, influencer ini adalah khas pada pemerintahan Jokowi," jelas Refly Harun.
Menurutnya, ketidakadaan para buzzer pada pemerintahan SBY lantaran memang tidak adanya kelompok-kelompok elit tertentu yang bisa memberikan pengaruh buruk kepada SBY.