Sebaliknya pada pemerintahan Jokowi, para buzzer bisa dikatakan tumbuh subur.
"Pada pemerintahan SBY tidak ada kelompok-kelompok oligarkis di sekitar SBY yang bisa mempengaruhi SBY, sehingga SBY bisa memerintah dengan arahnya sendiri dan tidak membutuhkan penguatan postur kekuasaan," pungkasnya.
Simak videonya mulai menit ke- 13.35
Ungkap Perbedaan Jokowi Periode Pertama dan Kedua
Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun mengungkapkan perbedaan yang paling terlihat dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari periode pertama dengan kedua atau saat ini.
Dilansir TribunWow.com, Refly Harun menilai banyak perubahan yang ditunjukkan oleh Jokowi dalam memerintah Republik ini.
Hal itu diungkapkan dalam kanal Youtube pribadinya, Refly Harun, Minggu (6/9/2020).
• Sebut Ada Nomena dalam Kontroversi Puan, Rocky Gerung: Sepaket dengan Megawati, Jokowi dan PDIP
Pertama, Refly Harun menyinggung soal pembentukan kabinet Jokowi yang diberi nama Kabinet Indonesia Maju.
Menurutnya, kabinet Jokowi pada periode kedua tidak lebih baik dengan kabinet jilid pertama.
Apalagi saat ini para menteri dituntut untuk bisa bekerja secara extra ordinary di tengah pandemi Covid-19 atau Virus Corona.
Namun rupanya banyak dari mereka yang dianggap tidak bisa menyesuaikan dengan kondisi yang terjadi.
"Sebagai contoh pembentukan kabinet jilid ke-2 menurut saya tidak lebih baik dari jilid pertama," ujar Refly Harun.
Selain itu, Refly Harun menyoroti keputusan dari Jokowi terkait upaya untuk memberantas korupsi yang memang menjadi visi dan misinya dalam kampanye.
Namun menurut Refly Harun, yang terjadi justru sebaliknya.
"Janji untuk memberantas korupsi malah memperlemah KPK, kan itu salah satu kontradiksinya," ungkapnya.
• Respons Mumtaz Rais saat Ditanya Peluang Masuk Kabinet Jokowi: Nanti Aku Disebut Mumtaz Halusinasi
Kemudian, Refly Harun mengungkit soal sikap dan karakter dari seorang Jokowi pada periode pertama yang dinilai cukup sederhana dan humanistik.
Tetapi menurutnya, hal itu sudah tidak lagi terlihat pada periode kedua.
Ia bahkan menyebut saat ini Jokowi bukan lagi seperti presiden yang dikenal dengan kesederhanaannya, melainkan sudah menjadi elit.
Pakar Hukum Tata Negara kelahiran Palembang ini menambahkan bahwa kondisi tersebut terjadi lantaran adanya pengaruh dari oligarki kekuasaan.
"Di satu sisi bicara soal kesederhanaan, berpenampilan yang sederhana, humanistik, manusiawi pada periode pertama," kata Refly Harun.
"Pada periode kedua sudah menjadi elitis, sudah sulit dijangkau, sudah dilingkari orang-orang elit karena ada oligarki yang menawarkan diri untuk memperkuat postur kekuasaan Presiden Jokowi," tutupnya.
(TribunWow/Elfan Fajar Nugroho)