Virus Corona

Pilih Beda dengan Pusat, Walkot Malang Sutiaji Akui sejak Awal Protes PSBB: Mencari Kosakata Sendiri

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Tiffany Marantika Dewi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Wali Kota Malang Sutiaji - ia menyebutkan alasannya tidak setuju dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Ia memberi contoh pada daerah padat penduduk seperti Surabaya.

Khofifah Ungkap Faktor Keberhasilan PSBB di Malang Raya, Bandingkan dengan Episentrum Surabaya Raya

Menurut Sutiaji, pada daerah semacam Surabaya PSBB tidak akan efektif walaupun dilakukan bertahap-tahap.

"Tapi kalau sudah crowded seperti Surabaya, sampai dua bulan pun tidak akan bisa menyelesaikan masalah," kata Sutiaji.

Sutiaji kemudian memaparkan bagaimana wilayah Malang akan melanjutkan PSBB.

Seperti diketahui, tahapan selanjutnya apabila PSBB sudah berhasil adalah menjalani cara hidup baru, yakni new normal.

Mengenai hal itu, Sutiaji menyebutkan lebih memilih bentuk lain, yaitu PSBB masa transisi.

"Sebetulnya secara substansinya itu 'kan ingin memutus mata rantai penyebaran Covid-19," papar Sutiaji.

"Saya kira mungkin pemerintah pusat memberikan apresiasi atau kelonggaran kepada daerah untuk mencari kosakata atau diksi tadi," katanya.

"Kami sudah sepakat sebetulnya dengan tim kami untuk memilih transisi supaya masyarakat tidak memahami normal itu seperti normal sebelum adanya Covid ini," tutup Sutiaji.

Bandingkan PSBB Malang dengan Jakarta, Pengamat Trubus Soroti Warga DKI Tak Disiplin: Tidak Optimal

Lihat videonya mulai menit 48:50

Kritik Pengertian New Normal

Sebelumnya Wali Kota Malang Sutiaji menilai pengertian new normal yang disampaikan pemerintah pusat tidak tepat.

Hal itu ia sampaikan setelah mendengar penjelasan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Dany Amrul Ichdan.

Menurut Sutiaji, new normal sebenarnya sudah mulai berlaku sejak adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diterapkan untuk menekan pertumbuhan kasus Virus Corona (Covid-19).

• Surabaya Zona Merah Pekat Kasus Corona, Khofifah Bandingkan Keberhasilan PSBB Malang Raya

Halaman
1234