Virus Corona

Jawa Timur Tambah 220 Kasus Positif Corona, Khofifah: Kami Sudah Informasikan, Belum Aman

Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Atri Wahyu Mukti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam Apa Kabar Indonesia Malam, Senin (8/6/2020). Jawa Timur kembali mendapati kasus baru positif Corona cukup banyak, yakni 220 kasus. Gubernur Khofifah sebut sudah sampaikan informasi bahwa belum aman.

TRIBUNWOW.COM - Provinsi Jawa Timur kembali mendapati kasus baru positif Virus Corona cukup banyak.

Dilansir TribunWow.com, update terbaru pada Selasa (9/6/2020), terdapat 220 kasus baru untuk Jawa Timur, sehingga total menjadi 6.533 kasus.

Sebagian besar kasus Virus Corona di Jawa Timur berada di Kota Surabaya ataupun Surabaya Raya.

Kondisi tersebut tentu menjadi perhatian lebih, apalagi saat ini Surabaya Raya sudah tidak lagi menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Peta persebaran Virus Corona di Jawa Timur per Jumat (5/6/2020). (laman Covid-19 Jawa Timur/infocovid19.jatimprov.go.id)

 

Masuki New Normal, Menhub Budi Karya Revisi Aturan Kapasitas Transportasi Tak Lagi 50 Persen

Sebelumnya, PSBB Surabaya diputuskan untuk tidak diperpanjang setelah berakhir pada Senin (8/6/2020).

Menanggapi kondisi tersebut, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa buka suara.

Khofifah mengatakan bahwa kondisi di Jawa Timur, khususnya Surabaya Raya memang belum aman.

Hal itu dilihat dari angka epidemologis penyebaran Covid-19 yang masih tinggi.

Dirinya juga sudah mengingatkan kepada para kepala daerah.

Menurut Khofifah, untuk wilayah Surabaya memang angka reproduksi atau rite of transmisinya sudah di angka 1.0.

Namun untuk attack ride-nya masih sangat berisiko yakni di angka 94,1 per 100 ribu penduduk.

Bahkan, dikatakan Khofifah, risiko penularan Virus Corona di Surabaya masih lebih tinggi dari DKI Jakarta.

Sebut Daerah dan Pusat Tak Sinkron, Pakar: PSBB Transisi Jakarta dan Malang Bingungkan Publik

"Kami sudah menyampaikannya sejak tanggal 7 malam, bahwa kondisi secara epidemologisnya seperti ini,"

"Kemudian rite of transmisinya memang sudah 1.0 untuk Surabaya, tapi ingat gresik 1,6, kemudian attack ride-nya kita menyampaikan bahwa Surabaya ini masih sangat berisiko karena masih 94,1 per 100 ribu penduduk," jelasnya.

"Ini di atas Jakarta, jadi kita menyampaikan risiko-risikonya seperti ini," katanya.

Halaman
123