Dilansir KompasTV, Jumat (29/5/2020), dinas pendidikan akan melaksanakan skenario pembatasan waktu sekolah dan jumlah siswa yang datang.
Menurut Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Sujud Winarko, nantinya para siswa hanya akan diminta untuk ke sekolah seminggu sekali.
Jumlah siswa di dalam kelas juga akan dibatasi sebanyak 10 orang per kelas selama satu hari, sehingga jarak aman tetap dapat terjaga.
• Meski Dukung New Normal, M Qodari Kritik Cara Komunikasi: Kalau Saya, Tak akan Libatkan Pak Jokowi
Namun, Sujud menerangkan bahwa skenario tersebut akan dilakukan bila nantinya sudah ada instruksi dari pemerintah terkait pelaksanaan new normal.
"Kalau nanti memang diterapkan new normal, sehingga tidak muncul paparan Covid gelombang kedua mungkin yang nanti lebih besar, kami rencanakan untuk masuk itu satu minggu atau satu bulan sekali per tingkat, " tutur Sujud.
Menurut Sujud, rencana kegiatan belajar mengajar tiap harinya akan dibatasi hanya untuk satu kelas.
"Sehari itu satu kelas, satu itu kan misalnya kelas satu saja, dengan tempat duduk diatur protokoler Covid," lanjutnya.
"Sehingga mungkin satu kelas itu hanya diisi oleh 10 sampai 15 anak, sehingga semua ruangan itu digunakan dan diajar oleh semua guru," tandasnya.
Di sisi lain, proses orientasi siswa baru yang biasanya dikakukan secara beramai-ramai di sekolah, akan dilaksanakan secara daring.
Hal ini ditetapkan untuk menghindari timbulnya kerumunan yang dapat meningkatkan potensi penularan Virus Corona. (TribunWow.com/Brigitta Winasis/Noviana)