Virus Corona

Pembukaan Sekolah saat New Normal Jadi Sorotan, Pihak Istana: Jokowi Menomorsatukan Keselamatan

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Jokowi di Kantor Pos Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/4/2020).

TRIBUNWOW.COM - Tenaga Ahli Madya Kantor Staf Presiden Erlinda menjelaskan polemik pembukaan sekolah saat new normal.

Seperti diketahui, cara hidup baru atau new normal  diterapkan setelah adanya pandemi Virus Corona (Covid-19).

Meskipun begitu, pembukaan kembali sekolah menuai pro dan kontra karena tingkat pertumbuhan kasus Covid-19 masih tinggi.

Tenaga Ahli Madya KSP Erlinda menjelaskan polemik pembukaan kembali sekolah saat new normal, dalam Sapa Indonesia Malam, Jumat (29/5/2020). (Capture Youtube KompasTV)

Segera New Normal di Bogor, Bima Arya Sebut Belum Tentu Sekolah Siap Dibuka: Kalau Pasar, Toko Bisa

Dilansir TribunWow.com, Erlinda menjelaskan pembukaan sekolah tidak akan dilakukan serta-merta begitu new normal diterapkan.

Awalnya, ia membenarkan tahun ajaran baru akan dimulai pada 13 Juli 2020.

Meskipun begitu, proses pembelajaran akan berbeda setelah adanya Covid-19.

"Tapi di sini harus kita jelaskan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa bukan berarti pembelajaran dibuka seperti sebelum Covid-19," kata Erlinda, dalam acara Sapa Indonesia Malam di Kompas TV, Jumat (29/5/2020).

Erlinda menjelaskan sekolah dapat kembali melakukan pembelajaran tatap muka jika benar-benar berada dalam zona hijau.

"Artinya ada opsi betul, apabila zona hijau yang sudah dikeluarkan Gugus Tugas dan nanti Kemendikbud berkoordinasi dengan Kemenag," ungkap Erlinda.

Ia menambahkan Gugus Tugas Covid-19 akan berkoordinasi dengan Gugus Tugas di daerah.

Dalam penyelenggaraan kembali pembelajaran pun akan dipraktekkan protokol kesehatan luar biasa.

"Tapi bukan berarti dengan serta-merta dibuka," jelas Erlinda.

Ia menambahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) selalu ingin memastikan keselamatan masyarakat.

Tertawa Ungkap Hasil Angket, KPAI: 80 Persen Orang Tua Menolak, 80 Persen Siswa Malah Minta Sekolah

"Izinkan saya juga mengatakan bahwa Bapak Presiden kita bersama kabinetnya menomorsatukan keselamatan," tegas Erlinda.

"Keselamatan dia atas segala-galanya. Kesehatan tidak hanya fisik, tapi juga mental," tambah dia.

Halaman
123