TRIBUNWOW.COM - Wali Kota Bogor Bima Arya menilai belum tentu sekolah siap dibuka kembali dalam rangka new normal.
Seperti diketahui, new normal disebut sebagai cara hidup setelah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selesai.
Meskipun PSBB selesai, protokol kesehatan masih tetap harus dilaksanakan untuk mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19).
• Warga yang Tak Patuhi Protokol Kesehatan saat New Normal Bisa Didenda Rp 100 Juta dan Dipenjara
Dilansir TribunWow.com, Bima Arya mengomentari hal tersebut dalam tayangan Apa Kabar Indonesia Malam di TvOne, Jumat (29/5/2020).
Awalnya, ia menyebutkan kebijakan pembukaan sekolah kembali harus berdasarkan pada kajian fakta di lapangan.
Menurut Bima, saat ini grafik pertumbuhan kasus baru di Bogor sudah menurun.
"Kalau di Bogor, kurvanya alhamdulillah sudah melandai. Bahkan angka reproduksinya itu sudah di bawah 1," ungkap Bima Arya.
Ia menyebutkan saat ini angka reproduksi penularan virus turun dari 0,73 pada pekan lalu menjadi 0,3.
"Jadi secara umum kurvanya melandai," jelasnya.
Meskipun grafik kasus baru sudah menunjukkan penurunan, Bima Arya meragukan sekolah siap dibuka kembali.
Ia merasa ada sejumlah faktor yang harus diperhatikan, bukan hanya tentang penurunan kasus baru.
"Tapi untuk membuka sekolah, saya kira tidak sesederhana itu," ungkap Bima.
"Banyak hal yang harus kita hitung, bukan saja penyebaran Covid secara umum di kota," lanjut dia.
• New Normal Segera di Jawa Barat, Ini Penjelasan Ridwan Kamil soal Status: Belum Ada Zona Hijau
Bima Arya mengungkapkan ada tiga variabel yang menentukan sekolah siap membuka kembali kegiatan belajar-mengajar.
Ketiga kriteria itu meliputi kesiapan guru, fasilitas sekolah, dan sistem belajar-mengajar.