Virus Corona

Jatim Alami Lonjakan Kasus Baru Corona Terbanyak, Emil Dardak: Ya, PSBB Ini Tentu Tidak Sempurna

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Ananda Putri Octaviani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Melalui sambungan telepon dengan Kompas TV pada Kamis (21/5/2020), Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak mengakui PSBB di wilayahnya belum sempurna.

"Artinya apa kalaupun ada pelanggaran-pelanggaran itu karena memang secara personil itu tidak bisa mencakup secara perfect seluruh wilayah di seluruh waktu di setiap saat," jelasnya.

Sebut Wacana Pelonggaran PSBB Jadi Alasan Tagar Indonesia Terserah, Erlina Burhan: Kaget Sekali

Sehingga ia berharap, bukan hanya pemerintah yang aktif menerapkan dan melakukan penindakan pada pelanggar PSBB.

Melainkan harus dibarengi kesadaran masyarakat itu sendiri.

"Oleh karena itu kita juga mengharapkan bahwa penegakan aturan ini dibarengi dengan kesadaran masyarakat," ujar Emil.

Lihat videonya mulai menit ke-4:24:

Akan Ekspos Kasus Positif Baru

Sebelumnya, Pembawa acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Karni Ilyas juga sempat menyinggung banyaknya kasus positif Virus Corona di Jawa Timur.

Hal itu diungkapkan Karni Ilyas pada Emil Dardak di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) pada Selasa (20/5/2020).

Sebagaimana diketahui, kini Jawa Timur berada di posisi nomor dua dengan kasus terbanyak Virus Corona di Indonesia.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meminta agar pemerintah juga instropeksi diri terkait penanganan Virus Corona. Hal itu diungkapkan Anies Baswedan melalui sambungan video teleconference acara Indonesia Lawyers Club pada Selasa (19/5/2020). (Channel YouTube Indonesia Lawyers Club)

 

• Di ILC, Ali Ngabalin Jawab soal Pemerintah Disebut Tak Konsisten Hadapi Corona: Dunia Kalang Kabut

"Dan Jawa Timur saya dengar juga menghadapi problem yang cukup berat karena daerahnya termasuk yang tinggi banyak yang terinfeksi dari Corona," ujar Karni Ilyas pada Emil Dardak.

Emil Dardak menjawab bahwa ia mengakui kasus di Jawa Timur banyak di tengah usaha melandaikan kurva penyebaran Virus Corona.

Hal itu terjadi karena ia melakukan strategi 3 T.

"Kita memang sekarang dalam upaya yang semakin intensif untuk bisa melandaikan kurva, tapi upaya untuk melandaikan kurva ini akan diwarnai peningkatan kasus positif."

"Karena strategi kita adalah melakukan tiga T, tracing atau telusur, testing menguji dan threatning atau menangani," jelas Emil.

Emil menjelaskan bahwa pihaknya melakukan tracing di tempat-tempat berisiko maupun tracing pada pasien-pasien yang positif.

• Di ILC, Ngabalin Tegaskan Jokowi Tak Larang Ibadah Jelang Lebaran: Saya Duduk atas Nama Pemerintah

Halaman
123