Virus Corona

Minta Pemerintah Pakai Faktor Budaya untuk Tangani Corona, Ridwan Saidi: Jangan Hamburkan Pesimisme

Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Claudia Noventa
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Budayawan Ridwan Saidi dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (19/5/2020). Dirinya meminta pemerintah mempertimbangkan faktor budaya dalam penanganan Virus Corona.

Jangan malah sebaliknya, pemerintah merasa pesimis.

"Itu keyakinkan harus ditanamkan, jangan kita menghamburkan pesimisme di tengah masyarakat" tegas Ridwan Saidi.

"Dan juga jangan sampai lupa untuk meminta pertolongan Allah, minta pengampunan pada Allah," sambungnya.

"Itu haruslah para tokoh itu mengatakan itu di depan publik."

Ridwan Saidi menilai yang dibutuhkan oleh masyarakat sekarang ini adalah tentang keyakinan dan kepercayaan bahwa Virus Corona bisa diatasi atau dikendalikan.

"Ini dapat kita atasi. Di depan publik harus mengatakan itu, tanamkanlah keyakinan diri kita akan sehat, kita akan bisa mengatasi masalah Covid," katanya.

"Itu adalah persoalan-persoalan yang menyangkut kebudayaan, bukan semata-mata soal medis," pungkasnya.

Anies Baswedan Tunjukkan Data di ILC, Tingkat Kesadaran Warga Jakarta Tertinggi, Ungguli Jawa Barat

Simak videonya mulai menit ke- 11.16

Yakini Masyarakat Bosan: Piala Dunia Saja Dua Bulan

Budayawan Ridwan Saidi mengaku bahwa dirinya merasakan kebosanan dengan imbauan terkait Virus Corona.

Dilansir TribunWow.com, dari tayangan Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (19/5/2020), Ridwan Saidi menyebut apa yang yang dirasakannya tentunya dapat mewakili perasaan dari seluruh masayarakat Indonesia.

Menurut Ridwan Saidi rata-rata pembahasan kasus di Indonesia tidak bertahan lebih dari dua bulan.

Setelah itu yang terjadi pastinya akan menimbulkan suatu kebosanan.

• Di ILC, Sudjiwo Tedjo Dukung Penuh Kebijakan Anies soal Mudik saat Corona: Budaya Bisa Diubah

Dan kondisi seperti itulah yang sedang terjadi saat ini.

Karena seperti yang diketahui, pembahasan tentang Corona sudah dimulai sejak pertama kali masuk Indonesia, yakni pada awal Maret 2020 lalu.

Halaman
123