Virus Corona

Benarkan Aksi 'Indonesia Terserah' sebagai Bentuk Keprihatinan, IDI Sebut Buntut Kebijakan Plin-plan

Penulis: Elfan Fajar Nugroho
Editor: Claudia Noventa
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Wakil Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Mohammad Adib Khumaidi membenarkan aksi 'Indonesia Terserah' yang dilakukan oleh para tenaga medis.

Dan yang merasakan beban berat itu tidak lain adalah para tenaga kesehatan.

"Tentunya ini memberikan dampak ke depan yang bukan tidak mungkin beban daripada kesehatan ini akan semakin besar," pungkasnya.

Ungkap 3 Strategi Penanganan Corona di Jawa Barat, Ridwan Kamil: Kita Hanya Punya Modal Sosial

Simak videonya:

Curhat Dokter di Balik Viral Tagar 'Indonesia Terserah': Kami Capek, Pasti Sakit Hati

Beberapa hari ini para tenaga medis mengungkapkan rasa kekecewaan mereka lewat tagar 'Indonesia Terserah'.

Tagar tersebut disebut lahir dari rasa lelah para tenaga medis melihat masih ada masyarakat yang membandel tak mempedulikan pandemi Virus Corona (Covid-19).

Dokter Relawan Covid-19 Debryna Dewi menceritakan bagaimana rekan-rekannya tenaga medis melihat masih banyak masyarakat yang tak mengindahkan protokol penanganan Covid-19.

Dokter relawan Covid-19 Debryna Dewi menjelaskan viralnya ungkapan 'Indonesia Terserah', Minggu (17/5/2020). (Capture Youtube KompasTV)

• Imam Prasodjo Ibaratkan Indonesia Terserah Layaknya Orangtua Kecewa Anaknya Terus Ngeyel: Karepmu

Dikutip dari acara SAPA INDONESIA MALAM, Minggu (17/5/2020), Debryna pertama menyoroti soal penumpukkan antrean yang terjadi di bandara.

Seperti yang diketahui sebelumnya viral foto penumpukan calon penumpang di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kamis (14/5/2020).

Melihat kejadian semacam itu, Debryna mengatakan para tenaga medis yang juga manusia biasa merasa lelah melihat masyarakat masih saja melanggar aturan.

"Kalau melihat kasus kemarin kan maksudnya banyak ujul-ujulan di bandara, di beberapa tempat lain tidak patuh PSBB, tentu sebagai manusia perasaan kami capek sih," ujar dokter Debryna.

Debryna lalu menceritakan kehidupan dirinya sebagai relawan dan para petugas-petugas yang kini masih menetap di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta.

Ia mengatakan dirinya beserta para relawan dan aparat berwenang sudah lama tidak bisa pulang karena harus menangani pasien Covid-19.

"Kita terus terang saya sifatnya kan relawan dan juga banyak TNI dan Polri juga kami sudah berhari-hari kalau saya bahkan dua bulan enggak pulang ke rumah," kata Debryna.

"Meninggalkan apa yang sudah ada di rumah, meninggalkan pekerjaan, meninggalkan semua kenyamanan."

Tanggapi Tagar Indonesia Terserah di Medsos, Dokter: Tugas Kita Fokus di Depan Mata

Halaman
123