Terkini Nasional

Kartu Prakerja saat Corona, Faisal Basri Sebut Lebih Penting Bansos: Bukan untuk yang Tidak Karuan

Penulis: Brigitta Winasis
Editor: Tiffany Marantika Dewi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Posko pendampingan pendaftaran program Kartu Prakerja yang disediakan Pemprov Jatim di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jatim didatangi banyak pencari kerja terutama mereka yang terdampak pandemi virus corona atau Covid-19, di Kota Surabaya, Jawa Timur, Senin (13/4/2020). Para pekerja yang dirumahkan, pekerja yang terkena PHK, maupun para pencari kerja yang terkendala untuk mendaftar mandiri lewat gadget maupun perangkat mandiri, bisa mendapatkan pendampingan dengan mendatangi Posko Pe

TRIBUNWOW.COM - Ahli ekonomi Faisal Basri menyoroti peluncuran program Kartu Prakerja di saat pandemi Virus Corona.

Dikutip TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam acara Satu Meja di Kompas TV, Kamis (7/5/2020).

Diketahui program tersebut telah diluncurkan untuk membantu mengentaskan pengangguran di Indonesia.

Faisal Basri soroti kejanggalan Kartu Prakerja di Satu Meja The Forum, Kamis (7/5/2020). (Capture YouTube Kompas TV)

Soroti Polemik Kartu Prakerja, Fadli Zon Sebut Perampokan Digital hingga Meleset dari Tujuan

Saat ini, program Kartu Prakerja diluncurkan lebih awal untuk membantu masyarakat yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pandemi.

Seperti diketahui, saat ini banyak aktivitas ekonomi yang tidak dapat berjalan di masa pandemi Virus Corona.

Awalnya, Faisal Basri diminta tanggapannya tentang program Kartu Prakerja yang kini memasuki gelombang tiga.

"Menurut pandangan Bung Faisal Basri, apa yang harus dilakukan sekarang dalam posisi ada kebutuhan BLT (bantuan langsung tunai)?" tanya presenter Budiman Tanuredjo.

Faisal Basri terang-terangan menyebutkan program tersebut tidak perlu dilanjutkan lagi.

Ia menyebut alasan perencanaan program yang tidak sesuai.

"Ya, harusnya tidak ada gelombang ketiga-keempat lagi karena sudah jelas tidak tepat sasaran dan desainnya buruk," jawab Faisal Basri melalui video call.

Menurut dia, saat ini masyarakat lebih membutuhkan bantuan tunai dibandingkan program pelatihan.

Ia merasa bantuan tunai akan lebih membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama karyawan yang terdampak PHK.

"Yang dibutuhkan sekarang 'kan korban PHK, orang yang menganggur, butuh bayar sewa rumah atau kos," papar Faisal.

"Butuh cicilan utang, karena hampir semua mereka berutang untuk kebutuhannya karena gajinya tidak cukup," katanya.

"Kebutuhan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Itu yang diselamatkan dulu," tegas ekonom senior ini.

Bahas PHK saat Corona, Konfederasi KASBI Soroti Kartu Prakerja Tak Sesuai: Sangat Tidak Nyambung

Halaman
123