Virus Corona

Pangkas Anggaran Belanja Besar-besaran, DKI Jakarta Sediakan Rp 10,77 Triliun untuk Tangani Covid-19

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi Uang. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memangkas anggaran belanja modal daerah, dan dialihkan untuk penanganan Virus Corona.

Anggaran belanja barang/ jasa juga turut dipangkas sebanyak Rp 12,45 triliun, di mana awalnya sebanyak Rp 23,67 triliun, menjadi Rp 11,22 triliun.

Kemudian, pos anggaran belanja lainnya yang semula Rp 28,89 triliun, dikurangi sebanyak Rp 24 triliun, sehingga jumlahnya menjadi Rp 4,89 triliun.

Sehingga total keseluruhan dari anggaran yang telah dipangkas tersebut sebesar Rp 57,08 triliun.

Anggaran yang dipangkas tersebut jauh lebih besar dari alokasi untuk penanganan Covid-19 karena adanya penurunan pendapatan pemprov.

"(Anggaran dipangkas) salah satunya karena pendapatan asli daerah dan dana transfer yang berkurang," ucap Ardian.

PSBB Mulai Tunjukkan Hasil, Anies Baswedan Klaim Penurunan Kasus Corona DKI: Jakarta Belum Merdeka

Anggaran Penanganan Covid-19 Indonesia

Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan jumlah anggaran dan penggunaan dana yang disiapkan pemerintah untuk menanggulangi pandemi Virus Corona di Indonesia.

Menurut Jokowi, saat ini pemerintah telah menyediakan dana hingga 405 triliun rupiah untuk membiayai kebutuhan terkait Covid-19.

Jokowi menyebutkan besaran dana tersebut akan digunakan untuk urusan kesehatan, bantuan ekonomi pada usaha rakyat, dan bantuan sosial.

Hal ini disampaikannya dalam tayangan Mata Najwa yang diunggah akun YouTube Najwa Shihab pada Rabu (23/4/2020).

Najwa Shihab berkesempatan mewawancara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara Mata Najwa di Istana Merdeka pada Selasa (21/4/2020). (Channel YouTube Najwa Shihab)

Sesuai yang dituturkan, pemerintah telah menyiapkan dana sejumlah Rp 405 triliun, dimana sebesar Rp 75 triliun akan digunakan untuk kebutuhan medis.

"Kita menyiapkan 405 triliun rupiah yang itu dipakai Rp 75 triliun untuk urusan kesehatan, untuk tenaga medis, perbaikan fasilitas kesehatan, pembelian alat-alat kesehatan," ungkap Jokowi.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa anggaran senilai Rp 70 triliun akan dipakai untuk memberikan stimulus ekonomi bagi rakyat.

"Kemudian 70 triliun itu dipakai untuk stimulus kredit usaha rakyat (KUR) dan juga insentif perpajakan," tutur Jokowi.

Penggunaan dana paling besar akan dihabiskan untuk melakukan restrukturisasi kredit-kredit usaha mikro, kecil, dan menengah.

Halaman
123