Virus Corona

Gita Wirjawan Ragu Indonesia Aman dari Resesi, Singgung Amerika Serikat Terpuruk Gara-gara Corona

Penulis: anung aulia malik
Editor: Ananda Putri Octaviani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gita Wirjawan tidak menjamin Indonesia akan aman dari resesi karena situasi ekonomi global yang kini tengah lesu akibat Covid-19, Rabu (15/4/2020).

Ekonom Indef Enny Sri Hartati mengatakan ada dua cara yang dapat dilakukan pemeintah untuk menangani permasalahan ekonomi di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Dikutip dari acara SAPA INDONESIA PAGI, Rabu (15/4/2020), awalnya Enny menyoroti birokrasi dalam setiap pelaksanaan kebijakan.

"Sebenarnya birokrasi itu fungsinya agar semua kebijakan prudent, terukur dari yang direncanakan, dengan target yang ingin dicapai," kata Enny.

DAMPAK COVID-19 - Dua orang warga dengan menggunakan perahu terpaksa mencari ikan dengan menyusuri Kali Cengkareng Drain, Jakarta Barat, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di tengah kesulitan ekonomi sebagai dampak wabah Covid-19. Pandemik Corona yang berkepanjangan membuat banyak orang kehilangan pekerjaan sehingga membuat mereka harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. WARTA KOTA/NUR ICHSAN (WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN)

 Enny lanjut menjelaskan seberapa besar permasalahan ekonomi yang dialami Indonesia akibat wabah Virus Corona (Covid-19).

Ia menceritakan banyak aktivitas ekonomi yang terpaksa harus dibatasi, lalu adanya pemutusan hubungan kerja (PHK), dan orang-orang yang tadinya memiliki pekerjaan, kini kehilangan mata pencaharian mereka.

Enny mengatakan sebenarnya pemerintah dapat dengan gampang merampungkan masalah ekonomi yang timbul akibat PSBB.

"Pemerintah cukup menggunakan dua skema saja," katanya.

Menurut Enny, solusi yang harus dilakukan pemerintah berpusat pada alokasi dana untuk membantu orang-orang yang kini terpaksa kehilangan pekerjaannya, dan orang-orang yang memang tergolong masyarakat miskin.

"Skema pertama adalah skema perlindungan sosial untuk orang-orang yang miskin dan rentan miskin," kata Enny.

"Skema yang kedua tinggal diambil dari yang tadinya bekerja, sekarang terpaksa harus dirumahkan."

"Itu dengan merealokasi anggaran yang tadinya diperuntukkan untuk prakerja, itu akan jauh lebih efektif," lanjutnya.

Enny kemudian melanjutkan, ia meyakini bahwa anggaran pemerintah pusat tidak akan cukup untuk membantu warga yang terdampak Covid-19.

Ia melanjutkan, di situ lah pemerintah daerah berperan dalam membantu pemerintah pusat untuk menanggulangi dana yang tidak tertutupi.

"Kemudian nanti pasti anggaran ini tidak akan cukup, nah daerah tinggal menindaklanjuti untuk yang tidak ter-cover dari anggaran-anggaran tadi," kata Enny.

"Jadi ada kepastian," tambahnya.

Enny mencontohkan warga yang nantinya tidak mendapat bantuan dari Kartu Pra Kerja, dan Program Keluarga Harapan, dapat meminta bantuan ke pemerintah daerah.

Halaman
1234