Dikutip dari YouTube Prime Minister's Office, Singapore, Kamis (12/3/2020), pada awalnya PM Lee telah memaparkan sejumlah rencana dan program Singapura untuk menghadapi Covid-19.
Kemudian ia mulai menyoroti sektor psikologi, dan mental yang terdampak akibat wabah Covid-19.
PM Lee menyebut satu per satu orang-orang yang saat ini berjuang keras di tengah bahaya Covid-19.
Mulai dari petugas kesehatan, petugas kebersihan, pegawai sipil, hingga supir taksi.
PM Lee menegaskan bahwa semua orang yang berjuang, mendapat dukungan penuh dari seluruh masyarakat Singapura.
"Seluruh masyarakat Singapura, mendukung mereka," ucapnya sambil tersenyum.
Ia lalu menjelaskan pemerintah juga akan bertindak terbuka dan transparan dalam memaparkan rencana mereka.
Pria berumur 68 tahun itu lalu menyampaikan bagaimana warga Singapura selalu kooperatif dalam instruksi-instruksi yang diberikan, seperti soal masker yang hanya diperuntukkan untuk orang-orang sakit, dan tidak perlu adanya rasa khawatir akan kehabisan bahan pangan.
"Masyarakat menerima jaminan kita, dan mengubah perilaku mereka," kata PM Lee.
• Masih Tetap Ditagih Cicilan, Sopir Taksi Online Ini Mengadu ke Jokowi Lewat Video sambil Menangis
Beberapa kali PM Lee mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada sifat koopreatif warga Singapura, dan mengapresiasi respon warganya dalam menghadapi Covid-19.
"Saya berterima kasih karena sebagian besar masyarakat Singapura merespon dengan tenang dan bertanggung jawab."
"Terima kasih atas kepercayaan dan dukungan anda," lanjutnya.
PM Lee juga menyinggung bagaimana respon masyarakat Singapura yang tenang dalam mengahadapi Covid-19, telah mendapat pengakuan dari dunia internasional.
"Apa yang membedakan Singapura berbeda dengan negara-negara lain, adalah kita memiliki kepercayaan antara satu sama lain, kita menghadapi ini bersama, dan kita tidak meninggalkan siapapun di belakang," tegas PM Lee.
Demi memberikan rasa aman dan menumbuhkan kepercayaan, PM Lee mengatakan warganya harus bersiap karena wabah Covid-19 akan terus dirsakan dalam jangka waktu yang belum tentu kapan selesai.
Namun ia juga menambahkan bahwa Singapura akan terus bekerja sama, baik pemerintah maupun warganya dalam menghadapi situasi krisis tersebut.
"Ini adalah Singapura, kita adalah Singapura," lanjutnya.
"Tak bisa dipungkiri, kita masih akan terus berada di situasi yang berisiko tinggi seperti ini, untuk beberapa waktu ke depan, tapi apabila kita meningkatkan kewaspadaan kita, dan mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri kita, dan keluarga kita, kita akan terus mampu menjaga ekonomi kita terus berjalan, dan melanjutkan kehidupan sehari-hari kita."
"Pada waktu krisis, semua orang memiliki bagian untuk dimainkan, saya harap Anda akan bekerja dengan saya, dan kolega saya, untuk menjaga keluarga kita tetap sehat, menjaga Singapura tetap aman, dan berjalan ke depan bersama, terima kasih," tutup PM Lee.
Video pidato di YouTube tersebut menuai pujian dan apresiasi dari warganet.
Berikut adalah beberapa komentar warganet yang telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia.
"Terima kasih PM Lee, Anda dan pemerintah telah memperoleh kepercayaan masyarakat, #SG United," tulis akun @QQ the cat.
"Terima kasih PM Lee telah menjamin kita soal virus," tulis @Carmen Liu.
"Terima kasih atas jaminannya," tulis @nicki dhaliwal.
Lihat videonya di bawah ini mulai menit ke-9.00:
(TribunWow.com/Anung)