Komisioner KPU Terjaring OTT KPK

Refly Harun Pesimis soal Kasus Korupsi di Era Jokowi: Kalau Punya Kemampuan, Anda Tak Terpilih

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Ananda Putri Octaviani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun dalam tayangan Indonesia Lawyers Club, Selasa (28/1/2020).

TRIBUNWOW.COM - Pakar Tata Hukum Negara, Refly Harun turut mengomentari soal teka-teki keberadaan Politikus PDIP, Harun Masiku.

Harun Masiku diketahui menjadi buron KPK karena dugaan kasus suap Pergantian Antar Waktu (PAW) DPR RI.

Menanggapi soal Harun Masiku, Refly Harun lantas mengkritik Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Di ILC, Refly Harun Pesimis pada Pemerintahan Jokowi, Ungkit Mulan Jameela: Pembalap dalam Tikungan

Menurutnya, sulitnya KPK menangkap Harun Masiku mencerminkan bahwa pemerintahan Jokowi pada periode kedua ini lemah dalam hal pemberantasan korupsi.

"Saya ingin mengatakan begini Bang, kalau kita mau ngomong sebenarnya memang general mood kita terhadap pemberantasan korupsi di era Pemerintahan Jokowi pada periode kedua ini memang pesimistis."

"Ini yang saya rasakan dan saya kira beberapa aktivis antikorupsi juga merasakan itu," jelas Refly.

Revisi Undang-undang KPK dinilai sebagai jalan terakhir untuk melemahkan lembaga independen tersebut.

"Jadi dimulai dari tanda-tanda misalnya revisi undang-undang KPK seperti pembalap dalam tikungan. Tikungan terakhir langsung dia libas," ungkapnya.

Selain itu, pemilihan KPK juga dinilai menjadi jalan untuk melemahkan KPK.

"Lalu kemudian pemilihan Pimpinan KPK dari pembentukan Pansel (Panitia Seleksi) tidak hanya 2019 tapi 2015 juga sudah terjadi ketika Pak Jokowi yang menunjuk sembilan srikandi karena dia menghindari himpitan kanan dan kiri, saya tahu betul karena saya masih ada di sana sebentar."

"Nah karena itulah menurut saya, kalau kita ingin memperbaiki dan kita kembali ke komitmen pemberantasan korupsi mari kita sama-sama," jelas Refly.

Yasonna Laoly Copot Dirjen Imigrasi Ronny Sompie, Jokowi Tak Mau Beri Komentar: Tanya Menkumham

Kemudian, ia menyinggung soal lemahnya para komisioner-komisioner hingga tertangkap korupsi.

Misalnya, komisioner KPU, Wahyu Setiawan yang terlibat kasus dugaan suap Harun Masiku.

"Salah satu misalnya adalah kita perbaiki dong yang namanya komisi-komisi itu, anggota-anggota komisi itu, masak sih sudah memilih anggota komisi yang sudah rekrutmen melalui timsel lalu kemudian dipilih fit and proper test DPR, diresmikan presiden tapi ternyata korupsi semua, atau tertangkap korupsi, ini kan ironi."

"Atau ini mohon maaf dulunya anggota Bawaslu tertangkap pula kenapa saya selalu mengkritik luar biasa ada yang salah dalam kita melakukan rekrutmen pejabat-pejabat publik," kritik Refly.

Halaman
123