Mega juga mempermasalahkan soal sikap Anthony yang waktu itu dinilai emosional.
"Sehingga waktu itu sidang kita skors, ayo kita masuk dulu kata bung Andyka dari Gerindra juga, tapi pada waktu itu Bung Anthony ngotot, ya tidak pantas deh," katanya.
Terkait rencana pelaporan Anthony ke Badan Kehormatan DPRD DKI, Mega belum mengetahui secara pasti, yang jelas anggota Komisi C merasa tersinggung dengan tindakan Anthony tersebut.
Lihat video selengkapnya:
• BK DPRD DKI Nilai Tindakan Pengunggah Kejanggalan APBD DKI William Aditya Tak Proporsional
Tujuan Pengadaan
Kepala BPRD DKI Jakarta Faisal Syafruddin menjelaskan maksud usulan soal pengadaan satu unit komputer lengkap dengan seluruh komponennya.
Menurutnya, komoputer tersebut akan digunakan untuk memetakan dan mengetahui potensi pajak daerah.
"Kegiatan ini dilakukan dalam rangka profiling pajak daerah. Dengan adanya kegiatan ini, kami dapat memetakan berapa potensi kemampuan yang dimiliki per jenis pajak," kata Faisal seperti yang dikutip dari laman Kompas.com (5/12/2019).
Faisal mengklaim sistem dalam komputer dapat meneliti potensi semua jenis pajak daerah secara digital.
Dengan begitu, BPRD DKI dapat mengetahui secara pasti angka riil penerimaan pajak daerah yang harus masuk ke kas daerah tiap tahunnya.
"Kami bisa mendapatkan berapa sebenarnya penerimaan (pajak) DKI Jakarta. Jadi ke depan kita (Pemprov dan DPRD DKI) tidak berdebat lagi (penerimaan pajak) harus sekian triliun, sekian triliun, tapi nanti by data, pajak restoran sebenarnya profiling-nya berapa untuk bisa kami raih, pajak hotel, parkir, hiburan, berapa," papar Faisal.
Dalam situs apbd.jakarta.go.id, pengadaan komputer tersebut terdiri dari beberapa komponen seperti satu unit komputer, dua unit storage area network (SAN) switch, enam unit server, dan sembilan unit storage untuk mainframe.
Total anggaran yang diusulkan Rp 128.992.331.600.
Rinciannya sebagai berikut:
- satu unit Komputer Mainframe Z14 ZR1 seharga Rp 66,6 miliar (dengan PPN)
- dua unit SAN switch seharga Rp 3,49 miliar (dengan PPN)
- enam unit server seharga Rp 307,9 juta (dengan PPN)
- sembilan unit storage untuk mainframe seharga Rp 58,5 miliar
(TribunWow.com/Fransisca Mawaski)