Ketua BPRD tersebut menyatakan, anggaran tersebut masih dalam penyusunan komponen dan rekomtek, berbentuk dummy atau replika.
Hal tersebut kemudian dipermasalahkan oleh PSI, karena anggaran yang cukup besar tersebut masih ada istilah tersebut.
"Yang kami pertanyakan dari PSI adalah bagaimana ada ceritanya ada anggaran sebesar 128 miliar."
"Ini sudah pada tahap RAPBD, padahal seharusnya, Rabunya diketok (disahkan)," kata Michael.
Michael menilai apa yang dilakukan oleh Anthony sudah tepat.
"Karena kami harus tahu betul isinya apa, apakah betul seperti yang ditampilkan di website apbd tersebut atau ada perubahan," ucap Michael.
• Ketua BK DPRD DKI Achmad Nawawi Sebut William Juga Bisa Disalahkan jika Tak Kritisi Anies Baswedan
Pernyataan Anggota DPRD Komisi C
Sementara itu, anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP Cinta Mega menyatakan adanya kesalahpahaman dalam persoalan ini.
Cinta Mega berujar saat rapat tersebut, komponen harga belum ditetapkan secara pasti, karena masih menunggu keputusan dari Diskominfo.
Meski di dalam website APBD DKI Jakarta sudah tertulis soal anggaran tersebut, Mega menyatakan hal tersebut merupakan rancangan anggaran.
"Itu anggaran mereka tapi belum fix, karena masih menunggu rekomtek dari Diskominfo," ujar Mega.
"Rekomtek itu kan harganya bisa kurang atau lebih, kalau enggak ada rekomtek kan enggak bisa masuk ke apbd, enggak masalah."
Mega lalu mempersoalkan berita yang judulnya menyebutkan Anthony menyoroti anggaran sebesar Rp 128 miliar per satu komputer.
Seusai membaca berita tersebut, Mega lalu memberitahu Anthony soal hal ini.
"Bung Anthony kita sudah sepakat bahwa (anggaran) 128 miliar itu bukan satu komputer, dan jangan share dulu di sosial media, karena ini kan bisa jadi bola liar," ucap Mega menirukan kata-katanya waktu itu.