TRIBUNWOW.COM - Partai Gerindra diisukan tengah mengincar posisi Menteri Pertahanan dalam Kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi)- Ma'ruf Amin.
Mendengar kabar tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad dengan tegas membantahnya.
Ia memastikan bahwa isu itu hanya kabar burung belaka.
Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com pada Selasa (8/10/2019), Sufmi Dasco menjelaskan Partai Gerindra tidak mengincar posisi menteri apapun.
"Kami sebenarnya tidak mengincar posisi-posisi dalam jabatan tertentu," jelas Sufmi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/10/2019).
Kendati demikian, Sufmi Dasco menjelaskan bahwa partainya menawarkan bantuan pada pemerintah.
Namun, bantuan itu masih berupa konsep yang disodorkan pada presiden.
• Termasuk Yasonna Laoly, Berikut 5 Menteri yang Kemungkinan Besar Tak Menjabat Lagi pada 2019-2024
Sehingga, jika konsep tersebut telah disetujui maka Partai Gerindra akan menyodorkan nama-nama yang pantas menjalankan konsep tersebut.
Sehingga, jika Partai Gerindra disebut lebih dulu mengincar posisi maka itu merupakan hal yang tidak benar.
"Nah ketika pemerintah setuju, mana yang dia setujui, bidangnya apa, kalau sudah ketemu bidang baru kita ngomong orang. Nah jadi kalau dari awal incar ini itu, kayaknya enggak deh," ujar politisi yang juga menjabat sebagai Ketua DPR ini.
Hal senada juga diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani.
Politisi 51 tahun ini menjelaskan bahwa pembicaraan antara Partai Gerindara dan Jokowi baru sebatas pengajuan lima konsep.
Lima konsep itu antara lain terkait sumber daya alam, energi, air, pertahanan, dan
Namun, ia membantah adanya kabar soal penyodoran tiga nama kader Gerindra pada Jokowi.
• Selain Kritisi 3 Menteri, Faisal Basri Ungkap Kegagalan Menteri Perdagangan: Biang Keladi Perusakan
"Ya secara resmi Pak Prabowo belum ajukan itu. Tapi sekali lagi ini baru pada konsep awal tentang bagaimana negara Indonesia yang kita cintai ini bisa mencapai pada swasembada pangan, energi, air, dan seterusnya," papar Ahmad Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/10/2019).