Ditemui di Mapolres Buleleng, Jumat (12/4/2019), Kodok mengaku tak kuasa menahan cemburu, ketika mengetahui ada seorang pria yang merupakan teman kuliah korban, mengirim chat ke HP sang kekasih.
Padahal, chat itu berisi tentang ajakan untuk membuat tugas bersama-sama.
Kodok yang membaca chat itu lantas naik pitam.
• WhatsApp Menuntun pada Terkuaknya Kasus Dugaan Pembunuhan Mahasiswi Undiksha yang Berhasil Ditangkap
Tanpa berpikir panjang, ia lantas menganiaya korban di kamar kosnya, pada Senin (18/4/2019) sekira pukul 18.00 wita.
Kodok sempat membekap korban dengan bantal.
Namun karena mendapatkan perlawanan dari korban, Kodok pun langsung mencekiknya.
Pria asal Kabupaten Tabanan ini seolah ingin agar nyawa sang kekasih habis ditangannya.
Terbukti dari aksinya yang berkali-kali mengecek denyut nadi korban.
Saat terasa masih berdenyut, Kodok pun kembali menganiaya korban, dengan memukul bagian lehernya sebanyak tiga kali.
Penganiayaan ini diakui Kodok terjadi selama kurang lebih satu jam.
Tepat pada pukul 19.00 wita, Serli pun tewas dengan kondisi mengenaskan.
Seusai menghabisi nyawa korban, Kodok lantas memposisikan tubuh Serli layaknya sedang tertidur.
Ia merebahkan kepala Serli di atas bantal, dan membungkus jenzahnya dengan selimut tebal berwana hijau.
Kemudian, Kodok meninggalkan kos-kosan tersebut, mengunci pintu kamar korban dari luar, lalu melarikan diri ke daerah Tabanan.
3. Jalin Asmara Sejak 2013