Seleksi Pimpinan KPK

Diminta Benahi Kepolisian, Penasihat Kapolri Jawab sambil Tunjuk: Anda Ngomong Enggak Pakai Sejarah

Penulis: Mariah Gipty
Editor: Ananda Putri Octaviani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Anggota Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan (Capim) KPK, Hendardi menjawab dengan keras pendapat Direktur Pusaka Unand (Universitas Andalas), Feri Amsari.

Namun, hal itu bukan bermaksud mengintimidasi.

Malahan menurutnya, pertemuan dengan Endang Tarsa berjalan hangat.

"Terus kan saya orangnya kaya baca kalau ngomong gini-gini (sambil menggerakan jari-jarinya) enggak ada kami, berpelukan silakan tonton dari awal sampai akhir, karena senang bahagia, polisi mau bela polisi," tutur Antam.

Irjen Pol Antam akui sering menunjukkan jarinya ketika berbicara (Channel Youtube Najwa Shihab)

Dirinya sendiri bingung mengapa tiba-tiba ada kabar dirinya mengintimidasi Endang Tarsa.

Kala itu, ia tidak percaya, KPK berbuat demikian

"Besoknya ternyata tidak marah saya dibohongi oleh kolonel di KPK, di lembaga yang dianggap maaf kata kata suci katanya," ungkapnya.

• Capim KPK Ucap Nama Jokowi Berkali-kali, Roby Arya: Kalau Tak Didukung Presiden, Saya Tak Bisa Kerja

Terkait undangan acara Mata Najwa, ia mengaku tidak perlu datang.

Pasalnya, Antam telah menjelaskan kronologi kasus dugaan intimidasi pada Endang Tarsa di wawancara dan uji publik Capim KPK.

"Tiap hari nanya saya, besok lagi Mata Najwa Pak Antam boleh enggak menerangkan, ini saya terangkan. Ngapain besok datang?," seru Antam.

Lihat videonya mulai menit ke-5:40:

(TribunWow.com/Mariah Gipty)

WOW TODAY: