Feri kemudian menyarankan agar kepolisian dan kejaksaan lebih baik membantu KPK dalam melaksanakan tugas KPK.
"Kalaulah kepolisian dan kejaksaan ada orang baik betul orang baik, kenapa tidak dibersihkan institusinya yang dianggap gagal oleh undang-undang KPK," ungkap dia.
"Termasuk Bang Hendardi kenapa tidak fokus saja pada memberikan nasihat pada Kapolri untuk membenahi kepolisian," imbuh Feri.
Mendengar namanya disebut-sebut, Hendardi yang duduk di podium langsung bereaksi.
Hendardi menilai Feri berbicara tanpa landasan sejarah.
"Anda ngomong ini enggak pakai sejarah, dari sejak jilid pertama sampai sekarang selalu diisi oleh kepolisian, kejaksaan selalu ada, dan apa bisa bilang jelek?," kata Feri.
Kemudian, ia membeberkan pihak kepolisian yang pernah menduduki posisi penting di KPK.
• Pansel Capim KPK Tak Peduli Kontroversi soal Jadi Penasihat Polri, Najwa sampai Ikuti Ungkapan EGP
"Dari tingkat komisioner sampai tingkat penyelidik ada dari polisi ada dari jaksa, saya enggak bilang bagus tapi kenyataan menunjukkan bahwa di komisioner dari Taufiq Rahman Rukiq misalnya untuk Polisi Bibit Sahmad kemudian Basarya Panjaitan itu komisioner belum lagi di bawahnya," jelas Hendardi.
"Lalu di kejaksaan ada Zulkarnaen," ungkapnya.
Belum selesai Hendardi bebicara, ia melihat Feri mengangkat mikrofonnya.
Meski belum berkata apa-apa. Hendardi langsung mengimbau untuk tidak menginterupsinya.
"Tenang dulu, giliran saya ," imbau Hendardi.
"Saya tidak berbicara," jawab Feri.
Lalu, Hendardi menyebut bahwa KPK bagus pada masa kepemimpinan Taufiq Rahman Rukiq.
"Dan pada masa itu siapa yang enggak tahu bahwa pada masa Rukiq sebagai ketua itu masa paling baik KPK, paling tidak sebagian ukuran orang."