Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Hukuman Kebiri Pedofil

Ternyata Ini Alasan Natalius Pigai Tentang Keras Hukuman Kebiri, di ILC: Dengar Dulu, Kami Sampaikan

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Mantan Komisioner Komnas HAM sekaligus aktivis Papua, Natalius Pigai mengkritik keras hukuman kebiri untuk pelaku kejahatan kekerasan seksual.

TRIBUNWOW.COM - Mantan Komisioner Komnas HAM sekaligus aktivis Papua, Natalius Pigai mengkritik keras hukuman kebiri untuk pelaku kejahatan kekerasan seksual.

Diketahui hukuman itu santer dibicarakan lantaran Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto memvonis pelaku pemerkosaan yaitu Muh Aris (20) dikebiri.

Dikutip TribunWow.com, Natalius Pigai lantas mengungkapkan pandangannya saat menjadi narasumber di Indonesia Lawyers Club yang pada Selasa (28/8/2019).

Natalius Pigai menuturkan sejumlah negara yang telah lama memberlakukan hukuman kebiri namun justru kejahatan tersebut semakin meningkat.

Atas hal itu, ia mempertanyakan, apakah adanya hukuman kebiri dapat menghentikan kejahatan tersebut di Indonesia?

"Sekarang pertanyaan saya, apakah dengan ngototnya pemerintah di bawah pimpinan hukum dan HAM di bawah orang-orang terkait melahirkan Perpu no 1 2016, kebiri terhenti enggak? Kami dianggap pembela kemanusiaan tapi tidak berperikemanusiaan," ujar Natalius Pigai.

"Dengar dulu, kami mau sampaikan kepada rakyat Indonesia."

Mantan Komisioner Komnas HAM sekaligus aktivis Papua, Natalius Pigai mengkritik keras hukuman kebiri untuk pelaku kejahatan kekerasan seksual. (Capture Indonesia Lawyers Club)

Muh Aris Pelaku Pemerkosaan 9 Anak Divonis Kebiri, Dokter Andrologi Ungkap Tak Ada Gunanya

Menurutnya, hukuman kebiri tidak berkemanusiaan.

Ia menyoroti latar belakang yang mungkin dimiliki pelaku.

"Kekerasan seksual itu adalah spesifik crime, kejahatan yang spesifik, kenapa spesifik? Karena pelaku itu bisa saja jiwanya terganggu. Bisa diperbaiki, pelaku bisa saja (melakukan kejahatan) karena dia terisolasi, stres, bisa."

"Atau mungkin karena kesehatan. Bisa. Karena itu, pelaku itu bisa disembuhkan. Maka orang yang bisa melakukan kejahatan kekerasan seksual, atau pedofilia, itu spesifik crime," paparnya.

Ditegaskannya, kejahatan seksual memang kejahatan yang paling dimusuhi di bawah kolong langit.

"Kita kategorikan spesifik crime, artinya kita semua di sini maupun di seluruh Indonesia," sebutnya.

"Kami semua sepakat dan menyetujui bahwa kekerasan seksual, predator, kekerasan terhadap anak, itu adalah Hostis humanis generis (musuh seluruh umat manusia), sesuatu tindakan yang kita tidak semua sukai di bawah kolong langit ini," ungkap Natalius Pigai.

Pengacara Aris Pemerkosa Anak di Bawah Umur Sebut Hanya Ada 1 Korban Dalam Kasusnya, Bukan 9

Halaman
123