Tips Kesehatan

Bekerja Berjam-jam Tingkatkan Risiko Depresi pada Wanita, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Penulis: Laila N
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi depresi

TRIBUNWOW.COM - Wanita yang bekerja 55 jam atau lebih setiap minggu memiliki risiko depresi lebih tinggi.

Selain itu, bekerja di akhir pekan dapat meningkatkan risiko depresi untuk wanita dan pria.

Dilansir oleh TribunWow.com dari medicalnewstoday, sebuah studi dalam Journal of Epidemiology & Community Health menemukan bahwa bekerja terlalu lama dapat merusak kesehatan mental, Jumat (17/5/2019).

Mereka menemukan bahwa orang-orang dengan kesehatan mental terburuk secara keseluruhan adalah wanita yang bekerja 55 jam atau lebih, bekerja setiap akhir pekan, atau keduanya.

Perbedaannya signifikan jika dibandingkan dengan wanita yang bekerja dengan jam standar (35-40 per minggu).

Kesehatan mental dan kebiasaan kerja

Tim menemukan sejumlah perbedaan pekerjaan di antara gender.

8 Kondisi Kuku yang Bisa Tunjukkan Kesehatan Kamu, Waspadai Penyakit Serius Ini

Laki-laki, pada umumnya, cenderung bekerja lebih lama daripada rekan-rekan perempuan mereka.

Juga, hampir setengah dari wanita bekerja paruh waktu, sementara hanya 15 persen pria yang bekerja.

Juga, pria yang sudah menikah lebih cenderung bekerja dengan jam kerja lebih lama, sementara wanita yang sudah menikah biasanya bekerja lebih sedikit.

Para ilmuwan memiliki sejumlah teori tentang mengapa ada perbedaan antara pria dan wanita di tempat kerja.

Mereka mencatat bahwa wanita lebih cenderung bekerja berjam-jam jika mereka bekerja di bidang yang didominasi pria.

Juga, mereka melihat bahwa orang-orang yang bekerja pada akhir pekan cenderung bekerja di pekerjaan sektor jasa dengan upah lebih rendah.

"Pekerjaan seperti itu, ketika dikombinasikan dengan interaksi yang sering atau kompleks dengan publik atau klien, telah dikaitkan dengan tingkat depresi yang lebih tinggi," ujar peneliti.

Namun, ada beberapa faktor yang tampaknya memengaruhi kesehatan mental, apa pun jenis kelamin orang itu.

Halaman
123