7 Fakta Tong Sampah Rp 3,6 Juta Buatan Jerman, Beli Lewat e-Katalog hingga Tanggapan Anies Baswedan

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tong Sampah Pengadaan Rp 9,6 Miliar

Dengan truk compactor, tempat sampah tidak perlu diangkat untuk memindahkan sampahnya ke dalam truk.

Tempat sampah tinggal dipasang pada katrol yang ada di truk.

Kemudian truk compactor bisa secara otomatis mengangkat tempat sampah tersebut.

6. Efisiensi Pengelolaan Sampah

Melalui alat-alat tersebut, harapan Dinas LH adalah untuk efisiensi dan modernisasi pengelolaan sampah.

Sebelumnya, proses pengumpulan sampah dari rumah ke rumah menuju TPST Bantargebang masih tradisioanl.

"Coba saja hitung berapa kali sampah itu naik turun untuk bongkar muat. Mulai naik ke gerobak dari masing-masing rumah, turun dari gerobak di TPS, lalu naik lagi ke truk sampah dan turun lagi di TPST Bantargebang," ujar Isnawa.

DLH DKI Jakarta Beli Tong Sampah Buatan Jerman, Hidayat Nur Wahid: Itu Sudah Dimulai Sejak Ahok

Proses seperti ini akan dipangkas agar efisien.

Dinas LH ingin meletakan tempat sampah buatan Jerman itu di permukiman agar warga bisa membuang sampah di tempat sampah itu.

Ketika jadwal pengambilan sampah tiba, petugas tinggal mendorong tempat sampah ini ke arah truk compactor.

7. Tanggapan Gubernur DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan enggan berkomentar mengenai pengadaan tong sampah yang mencapai Rp 9,6 miliar tersebut.

Mengaku Pernah Dibanjiri Bullying, Said Didu: Jangan Berhenti Suarakan Kebenaran walau Dibully

"Enggak, saya enggak mau komentar sekarang. Nanti saya jelasin, diberitain dulu deh yang ramai sekalian. Diramein sekalian, digedein sekalian. Nanti saya konfirmasi sesudah tepat waktunya," ujar Anies, di Balai Kota DKI Jakarta, Jakart Pusat, Senin (4/6/2018).

Anies tidak mengungkap alasannya enggan untuk menjelaskan pengadaan tempat sampah tersebut.

"Biar pada investigatif dulu, masa belum apa-apa sudah klarifikasi. Lihatlah dulu perkaranya, nanti saya jelaskan," ujar Anies. (Tribunwow/Tiffany Marantika)