TRIBUNWOW.COM - Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta melakukan pengadaan tong sampah buatan Jerman dengan total anggaran Rp 9,6 miliar.
Anggaran tersebut untuk 2.600 tempat sampah atau sekitar Rp 3,6 juta harga per satuannya.
Berikut ini 7 fakta tong sampah yang sempat viral di sosial media, seperti dilansir Tribunwow dari Kompas.com.
1. Beli Lewat e-Katalog
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (3/8/2017) (Kompas.com/ Nursita Sari)
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan pembelian lewat e-katalog (elektronik katalog) memberi keuntungan bagi pemerintah.
• KPK OTT Bupati Purbalingga Kader PDIP yang Sempat Ajungkan Jari Metal, Sejumlah Tokoh Angkat Suara
Hal itu merupakan efisiensi anggaran karena ternyata Dinas LH DKI Jakarta bisa mendapatkan harga lebih murah dari perkiraan awal.
"Hasil dari e-katalog setelah dilihat ternyata cukup Rp 9,6 miliar, ini kan efisiensi anggaran dan sisanya dikembalikan ke kas negara. Jadi bukan harga Rp 9,6 miliar lalu saya mark up jadi Rp 12,5 miliar," kata Isnawa.
Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup juga belum tentu membayar Rp 9,6 miliar.
Pada akhirnya, pembayaran akan disesuaikan dengan jumlah barang yang diterima nanti.
2. Lebih Murah Dibanding Buatan China
Tong sampah buatan Jerman ini diklaim lebih murah daripada tong sampah buatan China yang sebelumnya pernah dipakai.
Tahun 2016, Dinas LH pernah menganggarkan pengadaan tong sampah China sedangkan mulai tahun 2017 sudah mulai menggunakan buatan Jerman.
• Hakim Tolak Gugatan terhadap Anies soal Pidato Pribumi, Fahri Hamzah: yang Lain Jangan Sakit Perut
Isnawa mengatakan bahwa harga Rp 3,6 juta ini lebih murah di pasaran.
"Kalau dibandingkan dengan toko online malah lebih mahal. Di sana bisa Rp 4,4 juta untuk satuannya dan itu buatan China yang belum bersertifikasi," ujar Isnawa.
3. Standar Internasional
Dinas LH mengklaim bahwa tong sampah buatan Jerman ini sudah ber-standar Internasional.
Mulanya, Dinas LH ingin membeli barang tersebut di dalam negeri namun barnagnya tidak ditemukan dalam e-Katalog LKPP.
Tong sampah ini dibeli melalui PT. Groen Indonesia, yang juga menyediakan tempat sampah yang sama di Surabaya.
• Zulkifli Hasan Bela Palestina, Fahri Hamzah: Itu Mandat Bung Karno, Kata Sebelah Bikin Terorisme
4. Masih Akan Membeli Tong Sampah Lagi
Tong Sampah Buatan Jerman (Kompas.com)
Dinas LH membeli 296 unit tempat sampah pada tahun 2016.
Kemudian membeli lagi 1.500 unit pada tahun 2017 dengan rincian 1.000 unit dengan ukuran 660 liter dan 500 unit dengan ukuran 120-140 liter.
Pada 2018, Dinas LH membeli lagi 2.600 unit tempat sampah buatan Jerman melalui PT Groen Indonesia sebagai importirnya.
Dinas LH akan terus melakukan pengadaan tempat sampah standar internasional ini pada tahun berikutnya.
"Karena kami masih butuh 3.800 lagi, tahun depan kami cicil (pengadaan) 1.200 (tempat sampah), lalu ditambah lagi pada tahun depannya," katanya.
5. Cara Kerja Tong Sampah
Tong sampah Rp 3,6 juta ini merupakan pasangan dengan truk compactor.
Dinas LH menggunakan truk compactor ini sebagai ganti mobil truk sampah terbuka.
Fungsi truk compactor bisa langsung memadatkan sampah.
• Fahri Menyinggung OTT KPK: Triliunan Tak Ada Lagi, Recehan Makin Sering
Dengan menggunakan truk compactor, tetesan air sampah tidak berceceran ke jalan.
"Kami membeli compactor karena ingin memperbaiki sarana kebersihan. Masa mau pakai truk terbuka terus?" kata Isnawa.
Dengan truk compactor, tempat sampah tidak perlu diangkat untuk memindahkan sampahnya ke dalam truk.
Tempat sampah tinggal dipasang pada katrol yang ada di truk.
Kemudian truk compactor bisa secara otomatis mengangkat tempat sampah tersebut.
6. Efisiensi Pengelolaan Sampah
Melalui alat-alat tersebut, harapan Dinas LH adalah untuk efisiensi dan modernisasi pengelolaan sampah.
Sebelumnya, proses pengumpulan sampah dari rumah ke rumah menuju TPST Bantargebang masih tradisioanl.
"Coba saja hitung berapa kali sampah itu naik turun untuk bongkar muat. Mulai naik ke gerobak dari masing-masing rumah, turun dari gerobak di TPS, lalu naik lagi ke truk sampah dan turun lagi di TPST Bantargebang," ujar Isnawa.
• DLH DKI Jakarta Beli Tong Sampah Buatan Jerman, Hidayat Nur Wahid: Itu Sudah Dimulai Sejak Ahok
Proses seperti ini akan dipangkas agar efisien.
Dinas LH ingin meletakan tempat sampah buatan Jerman itu di permukiman agar warga bisa membuang sampah di tempat sampah itu.
Ketika jadwal pengambilan sampah tiba, petugas tinggal mendorong tempat sampah ini ke arah truk compactor.
7. Tanggapan Gubernur DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan enggan berkomentar mengenai pengadaan tong sampah yang mencapai Rp 9,6 miliar tersebut.
• Mengaku Pernah Dibanjiri Bullying, Said Didu: Jangan Berhenti Suarakan Kebenaran walau Dibully
"Enggak, saya enggak mau komentar sekarang. Nanti saya jelasin, diberitain dulu deh yang ramai sekalian. Diramein sekalian, digedein sekalian. Nanti saya konfirmasi sesudah tepat waktunya," ujar Anies, di Balai Kota DKI Jakarta, Jakart Pusat, Senin (4/6/2018).
Anies tidak mengungkap alasannya enggan untuk menjelaskan pengadaan tempat sampah tersebut.
"Biar pada investigatif dulu, masa belum apa-apa sudah klarifikasi. Lihatlah dulu perkaranya, nanti saya jelaskan," ujar Anies. (Tribunwow/Tiffany Marantika)