Breaking News:

Terkini Daerah

Cerita Guru Supriyani soal Kasus Dugaan Penganiayaan, Ngaku Pasrah saat Dimintai Uang oleh Oknum

Guru honorer Supriyani menceritakan secara lengkap kronologi kasus dugaan penganiayaan terhadap murid yang sedang menjeratnya.

Dokumentasi Tribun Sultra
Isak tangis guru Supriyani tak terbendung saat dipaksa harus mengakui perbuatannya memukuli anak polisi di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Hal ini disampaikan Supriyani saat ditemui di Kantor LBH Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) Sultra, Selasa (22/10/2024). 

TRIBUNWOW.COM - Sosok Guru honorer Supriyani kini tengah menjadi sorotan setelah terjerat kasus dugaan penganiayaan terhadap muridnya di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, ngaku pasrah saat dimintai uang oleh oknum.

Kasus dugaan penganiayaan terhadap murid bermula saat Supriyani mendapatkan telepon secara tiba-tiba pada Jumat, 26 April 2024 sekiranya pukul 12.30 WIB.

Supriyani diketahui ditelepon oleh anggota Polsek Baito, Polres Konawe Selatan, Polda Sulawesi Tenggara, bernama Jefri.

Baca juga: 3 Fakta Mobil yang Kerap Ditumpangi Guru Supriyani Diduga Diteror, Kronologi hingga Analisa Pakar

Ibu dua orang anak ini awalnya kaget dihubungi oleh polisi karena ada nomor baru melakukan panggilan.

Lewat telepon itu, Supriyani diminta datang ke Mapolsek Baito yang lokasinya tidak jauh dari rumahnya.

"Di kantor sudah ada penyidik, Pak Kapolsek, kedua orang tua korban dan korban," urai Supriyani, dikutip dari kanal YouTube Tribunnews Sultra Official, Kamis (31/10/2024).

Supriyani melanjutkan, ia langsung didudukan bersama lalu ditanya oleh penyidik.

"Ibu tau nggak saya panggil ke sini?" ucap Supriyani menirukan perkataan polisi.

"Tidak tau Pak," jawab Supriyani.

Polisi kemudian memberitahu tujuan pemanggilan karena dirinya telah dilaporkan atas kasus dugaan penganiayaan.

Tindakan kekerasan dengan sapu ijuk itu dialami oleh seorang murid yang bersekolah di tempat Supriyani mengajar.

"Saya kaget. Demi Allah saya tidak melakukan itu. Saya bantah begitu."

"Karena anak itu (korban) bukan muridku. Dan ada kelas 1 A, saya mengajar di kelas 1 B. Katanya kejadiannya itu hari Rabu tanggal 24 April 2024," beber Supriyani.

Supriyani dalam kesempatannya membantah telah melakukan penganiayaan kepada korban.

Mengingat, saat waktu kejadian yang dituduhkan, dirinya berada di dalam kelas dari awal pembelajaran hingga pulang sekolah.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Tags:
SupriyaniGuruKonawe SelatanSulawesi TenggaraPenganiayaanViral
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved