Breaking News:

Konflik Iran Vs Israel

Fakta Iran Serang Israel: Alasan Penyerangan, Reaksi AS hingga Jebolnya Iron Dome Zionis

Fakta-fakta serangan Iran ke Israel, mulai dari reaksi Amerika Serikat (AS) hingga apa yang terjadi selanjutnya.

AFP/MAHMUD HAMS
Iran serang Israel denfgan hujani ratusan rudal balistik. 

Rekaman itu juga menunjukkan beberapa rudal menghantam area sekitar pangkalan udara Nevatim di gurun Negev dan markas besar badan mata-mata Mossad di dekat Tel Aviv.

"Ada sejumlah kecil serangan di pusat Israel, dan beberapa serangan lainnya di Israel selatan," kata juru bicara IDF Laksamana Muda Daniel Hagari.

"Mayoritas rudal yang masuk dicegat oleh Israel dan koalisi pertahanan yang dipimpin oleh Amerika Serikat."

Media pemerintah Iran mengutip Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang mengatakan rudal tersebut menghantam pangkalan udara Nevatim, Hatzerim dan Tel Nof, serta tank-tank Israel di Netzarim - referensi ke koridor militer Israel di Gaza tengah - dan instalasi gas di kota selatan Ashkelon.

Kantor berita semi-resmi Tasnim mengatakan Iran untuk pertama kalinya menggunakan rudal hipersonik Fattah yang diklaimnya "tidak dapat dicegat", serta rudal balistik Emad dan Qadr.

7. Apakah Rudal Itu Dihentikan oleh Iron Dome?

IDF belum memberikan perincian tentang bagaimana rudal itu dicegat, selain mengatakan bahwa pasukan Israel dan pimpinan AS terlibat.

Ia juga tidak menyebutkan secara pasti berapa banyak rudal yang ditembak jatuh atau mendarat.

IDF sebelumnya mengklaim bahwa 99 persen proyektil Iran yang diluncurkan dalam serangan bulan April berhasil dicegat.

Israel memiliki sistem pertahanan udara yang canggih, yang paling terkenal adalah Iron Dome.

Sistem ini dirancang untuk mencegat roket jarak pendek seperti yang ditembakkan oleh Hamas dan Hizbullah.

(Tribunnews.com, Andari Wulan Nugrahani)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 7 Fakta Serangan Iran ke Israel: Iron Dome Bobol, Sikap AS, Seberapa Besar Skala Serangan?

Sumber: Tribunnews.com
Tags:
IranIsraelRudalBenjamin NetanyahuIsmail HaniyehAmerika Serikat
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved