Breaking News:

Perang Israel Vs Hamas

Setelah Serang Hizbullah dan Hamas, Kini Israel Targetkan Houthi di Yaman

Tentara Israel melancarkan serangan udara terhadap Houthhi, menargetkan pembangkit listrik dan fasilitas pelabuhan di Ras Isa dan Al-Hudaydah, Yaman.

Penulis: ElfanNugg
Editor: Rekarinta Vintoko
X/@Uniquepost24
Kondisi Pelabuhan Al-Hudaydah di Yaman setelah serangan udara yang dilancarkan Israel pada Minggu (29/9/2024). 

Serangan ini terjadi tepat 48 jam setelah Israel berhasil membunuh Pemimpin Hizbullah, Hassan nasrallah di Lebanon.

Pada hari Minggu (29/9), Dewan Tertinggi Politik Houthi menyatakan bahwa serangan Israel tidak akan menghentikan dukungan Houthi terhadap rakyat Palestina.

Rakyat Yaman tetap berkomitmen untuk mendukung Palestina dan bertempur melawan Israel.

Pelabuhan Al-Hudayah menjadi lautan api setelah serangan udara yang dilancarkan Israelpada hari Minggu (29/92024). Serangan ini menyebabkan pemadaman listrik di sebagian besar wilayah Kota Al-Hudaydah, Yaman.
Pelabuhan Al-Hudayah menjadi lautan api setelah serangan udara yang dilancarkan Israelpada hari Minggu (29/92024). Serangan ini menyebabkan pemadaman listrik di sebagian besar wilayah Kota Al-Hudaydah, Yaman. (X/@Uniquepost24)

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanaani menyebut serangan udara yang dilancarkan Israel tersebut tidak manusiawi.

Kanaani juga menuduh Amerika Serikat sepenuhnya mendukung kejahatan yang dilakukan oleh Israel.

Di sisi lain, Hamas megecam serangan yang dilakukan Israel kepada Houthi dan menyatakan solidaritas penuh mendukung rakat Yaman.

Pada bulan Juli, Israel menyerang Pelabuhan Al-Hudaydah sebagai balasan karena Houthi telah melancarkan serangn udara ke Israel dan menewaskan seorang warga sipil di Te Aviv.

Baca juga: Bela Palestina, Kelompok Houthi di Yaman Bersumpah Terus Serang Israel, Tembakkan Drone dan Rudal

Awal bulan September, Houthi menyerang wilayah Israel Tengah dengan rudal hipersonik.

Serangan Houthi tersebut memicu sirene udara, mengakibatkan kebakaran, dan membuat penduduk mengungsi ke daerah sekitar Bandara Ben Gurion, Tel Aviv.

Pada hari Sabtu (28/9), Houthi turut berduka atas tewasnya Pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah dalam serangan Israel di Beirut Selatan.

Houthi juga menuntut agar Militer Israel mengehentikan serangan terhadap Lebanon.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengatakn Israel tidak boleh dibiarkan menyerang satu per satu kelompok-kelompok yang bekerja sama dengan Iran.

Serangan yang dilakukan Israel terhadap Houthi menambah kekhawatiran internasional terkait eskalasi konflik yang berpotensi mendorong terjadinya perang habis-habisan.

Juru Bicara Keamanan Nasional, John Kirby, mengatakan apabila Israel terus melancarkan serangan habis-habisan terhadap Hizbullah maupun Iran, Israel tidak akan bisa mengembalikan rakyatnya yang mengungsi di wilayah utara dengan aman.

(Magang TribunWow.com/Suci Nur Aini)

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News.

Tags:
HamasIsraelHouthiYamanGazaPalestina
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved