Breaking News:

Perang Israel Vs Hamas

Setelah Serang Hizbullah dan Hamas, Kini Israel Targetkan Houthi di Yaman

Tentara Israel melancarkan serangan udara terhadap Houthhi, menargetkan pembangkit listrik dan fasilitas pelabuhan di Ras Isa dan Al-Hudaydah, Yaman.

Penulis: ElfanNugg
Editor: Rekarinta Vintoko
X/@Uniquepost24
Kondisi Pelabuhan Al-Hudaydah di Yaman setelah serangan udara yang dilancarkan Israel pada Minggu (29/9/2024). 

TRIBUNWOW.COM - Tentara Israel melancarkan serangan udara tehadap Houthi (Pasukan Bersenjata Yaman) pada Minggu (29/9/2024).

Dilansir TribunWow.com dari Al Jazeera.com, Militer Israel megonfirmasi telah menembakkan puluhan pesawat termasuk jet tempur untuk menyerang pembangkit listrik dan fasilitas pelabuhan di Ras Isa dan Al-Hudaydah, Yaman.

Serangan yang dilancarkan Israel tersebut mengakibatkan empat orang tewas dan 45 orang luka-luka.

Empat orang yang dinyatakan tewas termasuk seorang pekerja di pelabuhan dan tiga orang insinyur di pembangkit listrik Al-Hali di Pelabuhan Al-Hudaydah.

Baca juga: Bantah Klaim Iran, Kelompok Houthi Yaman Ogah Gencatan Senjata di Laut Merah

Jumlah korban diperkirakan terus bertambah, hingga kini Tim Penyelamat masih mencari orang hilang di bawah reruntuhan.

Penduduk Yaman mengatakan serangan tersebut menyebabkan pemadaman listrik di sebagian besar Kota Al Hudaydah.

Tentara Israel mengatakan serangan tersebut menargetkan Pasukan Houthi di Yaman.

Pasukan Houthi merupakan kelompok bersenjata yang bersekutu dengan Iran.

Pasukan tersebut telah berulang kali meluncurkan pesawat tanpa awak dan rudal ke Israel.

Houthi juga telah melancarkan serangan terhadap kapal-kapal Israel di Laut Merah, Selat Al-Mandeb, dan Laut Merah sejak November 2024.

Serangan yang diluncurkan Houthi tersebut sebagai bentuk solidaritasnya dengan penduduk Palestina yang diserang Israel di Gaza.

Target yang menjadi sasaran Israel di Yaman pada hari Minggu (29/9) merupakan wilayah yang digunakan Houthi sebagai tempat mentransfer bantuan persenjataan dari Iran dan perlengkapan untuk kebutuhan militer

Baca juga: Dampak Serangan AS dan Inggris ke Houthi Tak Signifikan hingga Masih Bisa Bombardir Kapal Laut Merah

"Selama setahun terakhr, houthi telah beroperasi di bawah arahan dan pendanaan dari Iran serta bekerja sama dengan Pasukan Irak untuk menyerang Israel, merusak stabilitas regional, dan mengganggu navigasi global," ungkap Militer Israel.

Sebelumnya, Houthi telah menembakkan rudal balistik ke Bandara Internasional Ben Gurion di Tel Aviv, Israel pada Sabtu (28/9).

Houthi melancarkan serangan tersebut ketika Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu tiba di bandara.

Serangan ini terjadi tepat 48 jam setelah Israel berhasil membunuh Pemimpin Hizbullah, Hassan nasrallah di Lebanon.

Pada hari Minggu (29/9), Dewan Tertinggi Politik Houthi menyatakan bahwa serangan Israel tidak akan menghentikan dukungan Houthi terhadap rakyat Palestina.

Rakyat Yaman tetap berkomitmen untuk mendukung Palestina dan bertempur melawan Israel.

Pelabuhan Al-Hudayah menjadi lautan api setelah serangan udara yang dilancarkan Israelpada hari Minggu (29/92024). Serangan ini menyebabkan pemadaman listrik di sebagian besar wilayah Kota Al-Hudaydah, Yaman.
Pelabuhan Al-Hudayah menjadi lautan api setelah serangan udara yang dilancarkan Israelpada hari Minggu (29/92024). Serangan ini menyebabkan pemadaman listrik di sebagian besar wilayah Kota Al-Hudaydah, Yaman. (X/@Uniquepost24)

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanaani menyebut serangan udara yang dilancarkan Israel tersebut tidak manusiawi.

Kanaani juga menuduh Amerika Serikat sepenuhnya mendukung kejahatan yang dilakukan oleh Israel.

Di sisi lain, Hamas megecam serangan yang dilakukan Israel kepada Houthi dan menyatakan solidaritas penuh mendukung rakat Yaman.

Pada bulan Juli, Israel menyerang Pelabuhan Al-Hudaydah sebagai balasan karena Houthi telah melancarkan serangn udara ke Israel dan menewaskan seorang warga sipil di Te Aviv.

Baca juga: Bela Palestina, Kelompok Houthi di Yaman Bersumpah Terus Serang Israel, Tembakkan Drone dan Rudal

Awal bulan September, Houthi menyerang wilayah Israel Tengah dengan rudal hipersonik.

Serangan Houthi tersebut memicu sirene udara, mengakibatkan kebakaran, dan membuat penduduk mengungsi ke daerah sekitar Bandara Ben Gurion, Tel Aviv.

Pada hari Sabtu (28/9), Houthi turut berduka atas tewasnya Pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah dalam serangan Israel di Beirut Selatan.

Houthi juga menuntut agar Militer Israel mengehentikan serangan terhadap Lebanon.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengatakn Israel tidak boleh dibiarkan menyerang satu per satu kelompok-kelompok yang bekerja sama dengan Iran.

Serangan yang dilakukan Israel terhadap Houthi menambah kekhawatiran internasional terkait eskalasi konflik yang berpotensi mendorong terjadinya perang habis-habisan.

Juru Bicara Keamanan Nasional, John Kirby, mengatakan apabila Israel terus melancarkan serangan habis-habisan terhadap Hizbullah maupun Iran, Israel tidak akan bisa mengembalikan rakyatnya yang mengungsi di wilayah utara dengan aman.

(Magang TribunWow.com/Suci Nur Aini)

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News.

Tags:
HamasIsraelHouthiYamanGazaPalestina
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved