Terkini Nasional
25 Tahun Jadi Klien, Prabowo Dapat Peringatan Khusus dari Hotman Paris: Hari Esok Kita Tidak Tahu
Sudah jadi kliennya selama 25 tahun, Prabowo yang menjadi Presiden Terpilih tengah mendapat peringatan khusus dari Hotman Paris.
Editor: auliamajd
"Kita kaya dengan pangan lokal, dan semua berhak untuk hidup sehat berdasarkan apa yang paling baik dari alam. Jadi sekali lagi kita makan, bukan minum susu," imbuhnya.
Kritikan Ahli Biokimia Susu
Kritik juga dilayangkan ahli biokimia susu dan dosen Fakultas Peternakan IPB, Dr. Epi Taufik.
Epi mengatakan, definisi susu berdasarkan standar internasional merupakan cairan dari ambing sapi, kerbau, kuda, kambing, domba dan hewan penghasil lainnya baik segar maupun dipanaskan melalui proses pasteurisasi, UHT atau sterilisasi.
Karena itu, menurutnya penyebutan susu ikan tidak tepat.
"Penyebutan susu ada peraturannya. Harus kita ikuti, supaya juga tidak membingungkan masyarakat," kata dia, Rabu (11/9/2024).
Epi mengatakan, susu ikan bukanlah susu dalam artian konvensional, namun merujuk pada inovasi komersil.
Susu ikan merupakan minuman hasil yang diolah dari ikan, bukan dari susu hewan mamalia pada umumnya.
“Susu itu makanan pertamanya manusia dalam bentuk yang cair yang mengandung banyak khasiat, vitamin dan mineral. Komponen susu itu memudahkan untuk diserap oleh tubuh. Namun dari sisi protein ternyata belum cukup meski susu dikenal memiliki protein tinggi, susu selalu disebut melengkapi, bukan gizi utama," jelasnya.
Epi juga menyatakan, susu ikan belum tepat jika masuk dalam program makan siang Prabowo-Gibran.
Komentar Wamentan
Di sisi lain, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, mengaku belum tahu pasti maksud istilah susu ikan yang kabarnya bakal masuk dalam menu makan gratis Prabowo-Gibran.
Namun, Sudaryono menegaskan, bahwa tujuan program makan bergizi gratis adalah memberikan protein yang cukup bagi anak-anak.
Kendati demikian, program andalan Prabowo-Gibran ini terkendala produksi susu sapi di Indonesia yang belum mencukupi.
"Nah intinya begini, kita ini kan belum cukup susu dan dagingnya. Maka kita kalau bisa, dan arahannya jelas, jangan impor susu," kata.